KPK Bawa Dua Koper dan Tas Berkas dari Kantor Gubernur Riau

KPK Bawa Dua Koper dan Tas Berkas dari Kantor Gubernur Riau

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah dokumen dengan pengawalan ketat dari petugas Brimob Polda Riau, usai menggeledah kantor Gulat Manurung tersangka kasus suap ke Gubernur Riau, Annas Maamun di Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/10). Selai

Pekanbaru – Setelah menggeledah rumah dinas Gubernur Riau  pada Minggu siang (05/10/2014), Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Senin (06/10/2014). Petugas KPK menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam dalam penggeledahan tersebut.

Penyidik meninggalkan kantor gubernur sekitar pukul 11.40 WIB. Mereka keluar membawa dua koper dan tas yang diduga berisi berkas.

Para penyidik langsung pergi menggunakan dua mobil minibus, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada puluhan awak media yang meliput penggeledahan itu.

Berdasarkan pantauan Antara, sebanyak delapan hingga 10 penyidik KPK tiba di kantor gubernur Riau sekitar pukul 09.15 WIB. Mereka dikawal oleh tiga personel Brimob Polda Riau bersenjata laras panjang. Para penyidik mengenakan rompi bertuliskan KPK dan langsung menuju lantai satu kantor gubernur.

Penyidik terlihat dibagi dua, yakni di ruang kerja Gubernur Riau Annas Maamun dan ruang kerja Sekretaris Daerah Riau Zaini Ismail.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah rumah dinas Gubernur Riau bertepatan saat Idul Adha, Minggu.

Sehari sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah rumah pribadi Gulat Medali Emas Manurung, tersangka pemberi suap kepada Annas Maamun, di Jalan Rawa Sari, Pekanbaru, Sabtu lalu (04/10/2014).

Selain itu, KPK juga menggeledah kantor Manurung, yakni PT Anugerah Kelola Artha di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

KPK menetapkan Maamun sebagai tersangka sebagai pihak penerima uang. Dalam operasi tangkap tangan terhadap Maamun itu, KPK menyita barang bukti uang dalam pecahan rupiah dan dolar Singapura yang nilainya mencapai Rp2 miliar, terdiri dari 156.000 dolar Singapura dan Rp500 juta.

Selain itu, KPK juga menyita uang tunai dalam bentuk dolar AS senilai Rp3 miliar yang diduga uang dari ijon proyek-proyek yang akan dilaksanakan di Riau.

KPK juga menetapkan Manurung yang disebut sebagai seorang pengusaha sawit sebagai tersangka pemberi uang kepada dia. KPK pada pekan lalu mengumumkan status cegah dan tangkal kepada seorang wiraswasta bernama Edison Marudut Siahaan, yang diduga terkait dengan Maamun.  (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:nasional,