Purwakarta Moratorium Keramba Jaring Apung

Purwakarta Moratorium Keramba Jaring Apung

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan merekomendasikan Pemkab Purwakarta untuk memoratorium Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur.

Itu tidak terlepas dari penelitiannya yang menemikan tingginya kandungan Nitrogen dan Fosfor di waduk tersebut.

"Terutama yang paling tinggi itu di Waduk Jatiluhur," ujar Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan, Achmad Purnomo di Purwakarta, Rabu (4/3/2015).

Ia menyebutkan pada  1995, kandungan fosfor mencapai 202,81 ton. Kemudian, pada 1998 meningkat jadi 253,25 ton. Selanjutnya, pada 2005 meningkat tajam jadi 338,94 ton dan  2012 terus naik sampai 468,76 ton.

"Untuk itu, pemerintah harus segera bertindak cepat mengenai keberadaan KJA itu," ujarnya.

Beban meningkatnya fosfor sendiri berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya penyakit ginjal hingga gangguan pernafasan

Ia menjelaskan, aktifitas ekplorasi di tiga waduk raksasa di Jabar itu sendiri sudah melebihi kapasitas. Sehingga, pihaknya merekomendasikan untuk segera memoratorium KJA.

Di Waduk Jatiluhur misalnya, kata dia, tercatat sudah ada 27.800 unit. Lalu Waduk Cirata 49.985 unit dan Waduk Saguling telah ada 6.980 unit.

"Di Jatiluhur harus dikurangi jadi 2364 unit. Di Cirata harus dikurangi jadi 7.037 unit dan di Saguling jadi 6.980 unit," katanya.(Ode)**

.

Categories:Daerah,
Tags:ekonomi,