TKW Dibebaskan dari Penyanderaan Majikan

TKW Dibebaskan dari Penyanderaan Majikan

ilustrasi. (Net)

Kairo - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) Suwindari binti Subarnik Sukardi berhasil dibebaskan setelah 13 tahun "disandera" majikannya.

"Suwindari binti Subarnik Sukardi dibebaskan oleh Tim Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dari KBRI Riyadh yang dipimpin Sekretaris Ketiga Chairil Anhar Siregar," kata Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Riyadh, Ahrul Tsani Fathurrahman di Kairo, Kamis (5/3/2015).

Disebutkan, selama bekerja 13 tahun di rumah tangga majikannya, Suwindari tidak pernah diizinikan cuti untuk pulang ke Indonesia, meskipun ia telah berulang kali memintanya.

TKW tersebut diketahui saat Tim KBRI melakukan pemantauan terhadap kondisi WNI di wilayah utara Kerajaan Arab Saudi pada 25-28 Februari lalu.

TKW itu masih tergolong pekerja di bawah umur, karena saat tiba di Arab Saudi pada 2002 untuk bekerja di majikan itu baru berusia 13 tahun, dan masih bersekolah SMP kelas II.

Selain itu Suwindari yang pada 2015 ini sejatinya baru berusia 27 tahun, tapi di paspornya tercatat kelahiran 6 Mei 1976, atau sudah berusia 39 tahun.

"Dia berangkat ke Arab Saudi dengan alasan tekanan ekonomi," papar Tim KBRI.

Kasus Suwindari, sebelumnya pernah diadukan ke KBRI Riyadh oleh PJTKIS PT Kemuning Bunga Sejati, Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) dan Suwindari sendiri yang memohon bantuan pemulangan.

"Namun, upaya penyelesaian permasalahan yang harus mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomatik, tidak membuahkan hasil," katanya.

KBRI sebelumnya mengirim dua nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, namun tidak ada tanggapan.

Akibat tidak mendapat tanggapan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Tim KBRI turun ke lapangan untuk menemui Suwindari di Kota Sakaka untuk menindaklanjuti kasusnya.

Chairil Anhar Siregar menjelaskan, pada 26 Februari 2015, saat berada di Kota Sakaka, Provinsi Al Jouf yang berjarak sekitar 1.100 KM dari Riyadh, Tim mendatangi Kepolisian Aziziyah, Sakaka dan menemui Kepala Kepolisian setempat Brigjen Saud Abdulaziz Al Zaban.

Dalam kesempatan tersebut, Tim menyampaikan pengaduan mengenai Suwindari binti Subarnik Subardi.

"Ketika disebutkan nama majikan laki-laki, yakni Faisal Jaza Salim Al Abed, Brigjen Saud terkejut karena mengenal betul Faisal yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan istrinya," katanya.

Saud mengakui bahwa Faisal memang punya sifat keras dan sedikit "aneh".

Pada saat itu juga, Brigjen Saud langsung melacak nomor telepon Faisal dan menghubunginya, meminta agar Suwindari langsung didatangkan ke kantor polisi Aziziah.

Tim juga melakukan investigasi mandiri untuk mengetahui lokasi rumah Faisal dan keberadaan Suwindari.

Diketahui bahwa Suwindari dibawa ke sekolah tempat majikan perempuannya bekerja.

Akhirnya setelah menunggu beberapa jam, Suwindari diantar majikan perempuan dan anaknya ke kepolisian Aziziah tanpa sepengetahuan Faisal.

Seperti di Film "Upaya pembebasan Suwindari juga seru layaknya di film. Anak majikan sempat meloncati jendela masuk rumah dan membobol mobil Faisal untuk mencari dokumen Suwindari," cerita Chairil.

Brigjen Saud kemudian menyerahkan Suwindari beserta dokumennya kepada Tim dan membuatkan Surat Penyelesaian Hak-haknya (Mugholashoh).

Selama bekerja, Suwindari sering minta dipulangkan, namun Faisal tidak pernah mengizinkan.

Pada 2012, ketika mendengar ibunya jatuh sakit, Suwindari sempat akan dipulangkan, namun karena paspornya sudah kedaluarsa dan belum dibuatkan Izin Meninggalkan Kerajaan Arab Saudi (Exit Only), ia pun gagal pulang.

Suwindari telah menerima seluruh gaji dan membawa barang-barang miliknya dan sementara ditampung di Ruhama (Rumah Harapan Mandiri), tempat penampungan sementara bagi TKI bermasalah di KBRI Riyadh untuk menunggu jadwal kepulangannya ke Indonesia.

"Tadi anak perempuan majikan sambil menangis telepon saya menanyakan kenapa saya harus pergi," cerita Suwindari yang sudah dianggap seperti saudara.

Putri majikannya itu dirawat oleh Suwindari semasih SD, kini ia sudah kuliah.

"Tapi ibu dan keluarga kamu lebih sedih menunggumu pulang," tutur Ibda EL Chosal, anggota Tim KBRI. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:bandung,