Nelayan Abaikan Larangan Budidaya Kerang Hijau

Nelayan Abaikan Larangan Budidaya Kerang Hijau

Nelayan Kerang Hijau.(Foto:Merdeka)

Tangerang - Nelayan di Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang, Banten mengabaikan larangan budidaya kerang hijau, yang telah tercemar zat kimia berbahaya.

"Nelayan sepertinya bandel, padahal hasil penelitian kerang hijau mengandung merkuri dan timbal," kata Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Tangerang Dwi Retno Susilaningsing di Tangerang, Kamis (5/3/2015).

Menurut Retno, pihaknya sudah melakukan sosialisasi menyangkut larangan budidaya kerang hijau itu kepada nelayan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena nelayan tidak takut dengan bahaya terhadap kesehatan bila mengonsumsi kerang hijau hasil budidaya di Pantura Tangerang.

Padahal, biasanya kerang hijau dikonsumsi dengan cara setengah matang dan hanya mengandalkan air mendidih tanpa dimasak dalam waktu lama. Saat ini masih banyak nelayan yang membudidayakan kerang itu seperti di daerah Kosambi, Teluknaga, Mauk, Sukadiri, Kronjo, Kresek dan Pakuhaji.

Kawasan pesisir Kabupaten Tangerang tersebut, katanya telah tercemar limbah pabrik yang dibuang melalui sungai dan bermuara ke Laut Jawa. "Para camat dan kepala desa seperti arahan bupati harus proaktif menyampaikan kepada nelayan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:hukum,