Bentrokan Pengunjuk Rasa dan Polisi, 50 Orang Terluka

Bentrokan Pengunjuk Rasa dan Polisi, 50 Orang Terluka

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bogota - Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa dari suku asli yang menguasai lahan luas di Kolombia bagian barat telah menyebabkan lebih dari 50 orang terluka, kata pemerintah setempat, Jumat (6/3/2015) WIB.

Beberapa ratus demonstran telah menduduki sekitar 1.800 hektar lahan di kawasan Cauca untuk menuntut kontrol atas lahan itu, lokasi tempat kerabat mereka tewas dalam pembantaian selama lima dasawarsa perang gerilya Kolombia.

Para pengunjuk rasa, yang memulai pendudukan mereka seminggu yang lalu, melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi anti huru hara yang mencoba mengusir mereka, kata Oscar Quintero, walikota kota Corinto, lokasi bentrokan terjadi.

Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata dan granat kejut.

"Sekitar 50 orang Indian dan lima orang anggota ESMAD luka-luka," katanya mengacu pada polisi spesialis anti huru hara Kolmbia itu.

Masyarakat adat Kolombia, yang merupakan 3,4 persen dari populasi, telah terlibat di berbagai konflik di negara itu dalam 50 tahun terakhir, yang juga telah melibatkan beberapa kelompok gerilya sayap kiri, paramiliter sayap kanan dan pengedar narkoba.

Pemerintah Kolombia telah membentuk kawasan adat yang mencakup sekitar sepertiga dari negara itu, tetapi banyak masyarakat adat telah dipaksa keluar dari tanah mereka akibat konflik di daerah yang kaya sumber daya alam tersebut. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:kerusuhan,