Dua Miliar Perempuan Menilai Hidup Penuh Kesusahan

Dua Miliar Perempuan Menilai Hidup Penuh Kesusahan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  -  Menjelang Hari Perempuan se-Dunia, ternyata sekitar dua miliar perempuan menilai hidupnya penuh kesusahan dan perjuangan. Hanya 620 juta perempuan, yang merasa hidupnya sudah cukup nyaman.

Survei Gallup tentang penilaian perempuan terhadap kehidupan kesehariannya di 160 negara, menunjukkan hasil yang relatif tidak berubah sejak 2005 hingga 2013. 

Pada 2005, survei menunjukkan, 63 persen perempuan menilai hidupnya penuh perjuangan dan 12 persen mempersepsikan hidupnya menderita. Rasio perempuan yang bahagia dengan hidupnya hanya 26 persen.

Pada 2013, hasil survei hanya bergeser sangat sedikit, menjadi 61 persen merasa hidupnya penuh kekusahan, 13 persen melihat hidupnya sengsara, dan 26 menganggap hidupnya lumayan. Para perempuan yang menilai kehidupan kesehariannya baik dipetakan Gallup, tinggal di negara-negara maju dan kaya. 

Perempuan di Eslandia dan Swedia masing-masing 77 dan 74 persen menempati posisi teratas, tentang persepsi kebahagiaan dalam hidup. Berikutnya ada Denmark 68 persen, Kanada 67 persen, dan Finlandia 64 persen.

Sebaliknya, perempuan di daerah berkonflik atau dilanda krisis ekonomi menilai hidup mereka sangat menderita. Antara lain Bulgaria 43 persen, Afghanistan 40 persen, Armenia 37 persen, Yunani 34 persen, dan Ukraina 33 persen.

Survei ini melibatkan sebanyak 125.839 orang dewasa berusia 15 tahun ke atas, yang tinggal di 136 negara. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,