Seni Cirebonan di Pesta Persaudaraan Purwakarta

Seni Cirebonan di Pesta Persaudaraan Purwakarta

Warga nonton kesenian Tarling

Purwakarta - Warga Purwakarta disuguhkan berbagai macam kesenian khas Cirebon, dalam Festival Persaudaraan Purwakarta - Cirebon, di Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Situ Buleud, atau sekarang disebut Taman Sri Baduga, Sabtu (7/3/2015) malam.

Di ajang itu, kesenian Cirebon seperti Wayang Cepak, Tarling, Genjring, Sintren hingga makanan kuliner, berpadu dengan kesenian khas Purwakarta. Seperti Wayang Golek hingga Jaipongan.

Suasana khas Cirebon pun terasa kental saat itu. Apalagi, saat para biduan Tarling melantunkan sejumlah lagu berbahasa Jawa.

Namun sayangnya, banyak warga yang kurang mengapresiasi. Disamping bahasa yang dilantunkan berbahasa jawa, para biduan Tarling ini juga kebanyakan sudah berumur.

Alhasil, panggung Tarling pun sepi dari penonton. Seorang warga Cirebon yang telah lama tinggal di Purwakarta, Hafiah (45) mengaku kesenian Tarling kini ditinggalkan para anak muda.

"Itu sebabnya penyanyi Tarling sekarang kebanyakan ibu-ibu," ujar Hafiah.

Tarling sendiri merupakan kesenian dengan rima nada menyerupai musik dangdut. Namun, bahasa yang digunakan sang biduan, kerap menggunakan bahasa Jawa.

Malam festival itu jadi kurang meriah karena kemungkinan warga setempat masih terasa asing dengan kesenian dari Cirebon.

Hanya saja, Bupati Purwakarta antusias menikmati semua kesenian. Apalagi, ide menyelenggarakan festival itu, untuk merekatkan persaudaraan budaya dari kedua tempat.

"Ini untuk merekatkan tali persaudaraan budaya dari Cirebon dan Purwakarta," ujar Dedi.

Ia menilai,Jawa Barat memiliki keanekaragaman budaya yang khas. Dan festival itu, ia hendak mengajak semua orang untuk membuka mata dan menyadari keanegakaraman budaya itu.

"Seperti halnya Cirebon ini yang memiliki keidentikan budaya. Kita bisa lihat bagaimana budaya Cirebon bisa berakulturasi dengan budaya Sunda," ujar Dedi.

Setelah menggelar festival itu, Dedi mengatakan pekan depan pihaknya kembali akan menggelar festival serupa.

"Minggu depan ada Festival Purwakarta - Gianyar Bali. Tujuannya sama, merekatkan kembali persaudaraan budaya," ujar Dedi.(Ode)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,