Wapres Jadi Saksi Sidang Yance

Wapres Jadi Saksi Sidang Yance

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.(Foto:Net)

Bandung - Tim kuasa hukum terdakwa Irianto MS Syafiuddin atau Yance mengatakan Wapres Jusuf Kalla akan menjadi saksi dalam perkara dugaan korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektare untuk pembangunan PLTU I di Indramayu senilai Rp 42 miliar, pada April 2015.

"Waktu hari Kamis (5/3) kemarin. Kami bertemu dengan Pak JK, beliau sudah langsung konfirmasi, bahwa beliau akan hadir," kata Tim Kuasa Hukum Yance, Ian Iskandar di Bandung, Minggu (8/3/2015).

Meski belum dipastikan tanggal berapa Jusuf Kalla akan hadir menjadi saksi, ia berharap dengan adanya kesaksian secara langsung dari wapres tersebut dapat menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan putusan perkara hukum kliennya.

"Tentunya kami berharap keadilan bisa ditegakan karena kita berkeyakinan kalau klien yang saya bela ini benar-benar tidak salah. Pak Yance hanya korban politik," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Yance lainnya Khalimi menambahkan kehadiran Jusuf Kalla tersebut ingin memberikan keterangan yang sebenarnya guna kepentingan khalayak banyak.

"Hal itu yang menjadi alasan Pak JK akan hadir. Dapat meringankan karena itu untuk kepentingan publik sehingga beliau mau hadir," katanya.

"Pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU sangat berguna bagi jutaan masyarakat sehingga beliau bersedia menjadi saksi untuk Yance," tambahnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan kliennya itu menyangkut ketersediaan listrik untuk jutaan orang. Kalau pembangkit itu tidak beroperasi makin banyak kerugian yang timbul.

Pihaknya menambahkan, pengadaan lahan untuk PLTU diketahui merupakan bagian dari Perpres No 71 Tahun 2006, di mana saat itu JK merupakan Wapres yang mendampingi Presiden SBY.

"Sehingga apa yang dilakukan klien kami itu jelas landasannya, Pak Yance kala itu tak mau gegabah dalam memutuskan beropersainya PLTU dan selalu kordinasi dengan JK. Melihat dari kesedian JK, baru pertama kali ini sidang dihadiri tim penasehat," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:hukum,