PSIS Tahan Imbang Bali United

PSIS Tahan Imbang Bali United

PSIS Tahan Imbang Bali United 0-0.

Semarang - Tuan rumah PSIS menahan imbang tamunya Bali United 0-0 pada pertandingan uji coba di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu petang (8/3/2015) WIB.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 7.500 penonton tersebut berlangsung dalam tempo yang cepat, terutama diperagakan tim Bali United yang ditangani Pelatih Indra Sjafri. Sebaliknya, tuan rumah terlihat berusaha mengimbangi permainan tim tamu.

Pada awal babak pertama, terlihat permainan tuan rumah yang ditangani Pelatih M. Dhofir terlihat belum padu sehingga beberapa kali terlihat kerepotan menahan serangan-serangan yang dibangun Bayu Gatra dan kawan-kawan.

Bahkan, Bayu Gatra sendiri pada babak pertama mampu membuat peluang untuk menciptakan gol setelah melewati dua pemain belakang PSIS dan tinggal berhadapan dengan kiper tuan rumah Saiful Amar. Akan tetapi sontekan bola yang terlalu lemah itu mampu ditepis pemain belakang PSIS yang langsung bergerak menutup gawangnya.

Kemudian, pada babak kedua Bayu Gatra kembali nyaris menciptakan gol ketika tendangan lambungnya mampu melewati kiper PSIS. Namun, bola itu dihalau pemain belakang tuan rumah meskipun sambil bersalto.

Akan tetapi, pemain-pemain Bali United merasa tidak puas karena mereka menganggap bahwa bola sudah melewati garis gawang ketika pemain PSIS itu menghalau bola. Namun, wasit tetap pada keputusannya bahwa itu bukan gol.

Pada babak kedua ini PSIS juga memiliki peluang untuk mencetak gol ketika tendangan keras M. Yunus hanya beberapa sentimeter di atas gawang Bali United yang dijaga kiper asal Korea SelatanYoo Jae Hoon yang terlihat harus "terbang" untuk menghalau bola tersebut.

Kemudian, seorang pemain PSIS juga nyaris menciptakan gol ke gawang Bali Uniet melalui tendangan kerasnya. Akan tetapi, berhasil dihalau kiper Bali United.

Sampai pertandingan usai kedudukan tetap imbang 0-0 dan wasit Handri Kristanto mengeluarkan beberapa kartu kuning, antara lain untuk Ahmad Agung dan M. Yunus (PSIS), kemudian Yoo Jae Hoon, Sandy Darima Sute, Bayu Gatra, dan Saeful (Bali United).

Sementara itu, Pelatih Bali United Indra Sjafri mengatakan bahwa pertandingan tersebut, terutama yang ditunjukkan timnya, tidak menarik untuk ditonton karena pemainnya banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Ini tim (pertandingan) yang tidak enak untuk ditonton," kata mantan Pelatih Timnas PSSI U-19 tersebut.

Menurut dia, pemain bola itu harus melakukan improvisasi dan kreativitas di lapangan. Akan tetapi, dalam pertandingan, ternyata itu tidak terlihat.

Ketika ditanya apakah ada progres peningkatan timnya dibandingkan saat beruji coba melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu, dia mengatakan bahwa kondisinya berbeda karena saat itu timnya menghadapi lawan yang kelasnya lebih tinggi.

"Saya lihat dalam pertandingan ini anak-anak terlihat memandang ringan lawannya dan ini mental yang harus diperbaiki," katanya.

Menyinggung saat menangani Timnas U-19 terlihat kolektivitas permainan, sedangkan di Bali Unitede belum terlihat, dia mengatakan bahwa dirinya membangun tim nasional tersebut selama tiga tahun, sedangkan dirinya menangani tim Bali United baru-baru saja.

Oleh karena itu, dirinya dikontrak di Bali United selama lima tahun dan dengan materi pemain muda tentunya diharapkan bisa lebih baik lagi. "Target di Indonesia Super Liga tahun ini hanya bertahan saja. Saya lebih memilih mencari pemain muda dan tidak bintang," katanya.

Pelatih PSIS Semarang M. Dhofir mengatakan bahwa dirinya sudah memperkirakan bahwa pertandingan ini akan ramai karena kedua tim sama-sama mengandalkan pemain muda.

"Tim PSIS memiliki dua pelaung (yang saya catat) sehingga kami bisa mengimbangi permainan skuat Bali United yang mengandalkan kecepatan," katanya. (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,