Birokrasi di Indonesia Sangat Buruk

Birokrasi di Indonesia Sangat Buruk

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasojo. (FOTO ANTARA)

Jakarta - Indeks efisien dan efektif Indonesia saat ini masih 8,37 poin dari kisaran 1 hingga 10 poin. Oleh karena itu, Indonesia harus menjadi negara yang memiliki pemerintahan efisien dan efektif dalam hal birokrasi. "Kita masih dekat sama Vietnam. Indeks efisien kita 8,37 poin, nyaris birokrasi kita tidak efektif dan efisien," ucap Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasojo.

Eko katakan itu pada acara Penganugerahan Penghargaan Kepada Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal Provinsi, Kabupaten dan Kota Terbaik Tahun 2014 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Ia meyakini, dalam pengembangan program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang sudah dijalankan merupakan termasuk birokrasi reformasi untuk perbaikan ekonomi dan pelayanan masyarakat. "Melalui PTSP ini dapat melayani dan menyederhanakan terutama dalam investasi, kita juga bisa menyederhanakan biaya dan persyaratan," katanya.

Menurut Eko, banyak manfaat yang dapat dirasakan jika menerapkan PTSP dalam berinvestasi, selain itu harus terus digalakkan dan benar-benar pelayanan satu pintu. "Kita akan dipercayai publik lebih kepada investor untuk tanamkan investasi di Indonesia. Tentu tingkatkan efektif dan efisien, dan menghindari adanya over lapping dari kementerian lain. Dengan PTSP ini bisa kita potong, bisa kurangi belanja pegawai," tegasnya.

Terkait penghargaan yang diberikan kepada beberapa instansi, kabupaten serta kota dalam pelayanan PTSP terbaik, menurut Eko adalah bentuk keseriusan pemerintah agar mempermudah perizinan dan non-perizinan untuk berinvestasi. "PTSP benar satu pintu, tidak ada daun jendela. Kita bergandengan tangan, ini berharap leverage diperbesar dan kita perbaiki juga," tegas Eko.

Kompleksitas negara Indonesia saat ini, lanjutnya semakin tinggi dan untuk itu membutuhkan engine yang besar dengan daya 4.000 cc. "Enginekita masih lemah. Kita butuh engine sebesar 4.000 cc untuk tinggal siap landas menjadi negara maju dan makmur. Kita hanya miliki 500 cc. Untuk menjadi negara maju harusnya kekuatan institusional diperbaiki. Serta tantangannya untuk mempertahankan, karena kalau kepalanya diganti cenderung berganti juga sistemnya," tutupnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,