Anggaran Bansos Diarahkan ke Infrastruktur

Anggaran Bansos Diarahkan ke Infrastruktur

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Setda Pemprov Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pola yang akan dikembangkan ke depan oleh Pemprov Jabar terkait anggaran bantuan sosial akan diarahkan ke infrastruktur.


"Itu kami lakukan karena Jawa Barat memiliki banyak sekali proyek monumental. Seperti pembangunan sanitasi yang kemarin-kemarin kami nilai masih kurang," kata Iwa Karniwa di Bandung, Senin (9/3/2015).

Ia mengatakan, pelimpahan dana hibah dan bansos diarahkan ke fisik membuat laporan pertanggungjawabannya pasti.

"Kemudian hal tersebut juga bisa mengurangi berbagai penyimpangan di lapangan," kata dia.

Ia menuturkan, hingga saat ini Pemprov Jabar belum bisa menghilangkam hibah.

"Contohnya adalah seperti untuk dana bantuan operasional sekolah dan rutilahu (rumah tinggal layak huni)," kata dia.

Menurut dia, pola pemberian dana hibah berupa stimulan yang bisa berdampak dan nyata serta nyata bisa kelihatan hasilnya.

"Misalnya bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB)," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan sudah mengintruksikan keseluruh jajaran organisasi perangkat dinas (OPD) untuk menghapus bantuan keuangan langsung ke masyarakat.

"Untuk 2016 tidak ada bantuan atau layanan permintaan langsung dari masyarakat kepada pemerintah," kata Ahmad Heryawan.

Pria yang akrab disapa Aher ini sudah menegaskan dan menetapkan bahwa bantuan yang ada nantinya hanya bantuan fisik dan non fisik yang terangkum dalam seluruh kegiatan OPD.

"Kami sudah memperketat penyaluran dana bantuan sosial (bansos) atau dana hibah. Kami tidak ingin dana tersebut tak tepat sasaran apalagi menyimpang pelaksanannya," kata dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, mulai tahun ini Pemprov Jawa Barat memperketat pencairan dana bantuan khususnya dana bansos dan hibah.

Ia mengatakan pencairan dana bansos dan hibah bakal lebih selektif lagi, sehingga anggaran setiap tahun terserap masyarakat.

"Hal ini kami perketat bukan dipersulit. Kalau diperketat kan polanya sudah bagus cuma sistemnya diperbaiki. Tapi kalau dipersulit itu artinya polanya sudah tidak baik," ujarnya. (AY)
.

Categories:Bandung,