Perajin Sepatu Cibaduyut Menjerit

Perajin Sepatu Cibaduyut Menjerit

Perajin Sepatu Cibaduyut.(Foto:Antara)

Bandung - Sejumlah bahan baku utama produksi sepatu kulit Cibaduyut Kota Bandung, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga sehingga berpengaruh terhadap aktivitas pembuatan sepatu di sentra alas kaki itu.

"Harga bahan baku sepatu mengalami kenaikan terlebih dengan penguatan dolar yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku impor," kata salah seorang pengrajin sepatu Cibaduyut Ade Rukmana (45) di Bandung, Selasa (10/3/2015).

Bahan baku yang mengalami kenaikan harga itu adalah mika, kulit dan bahan-bahan imitasi lainnya.

Akibat adanya kenaikan harga bahan baku itu mereka berpotensi mengalami kerugian. Pasalnya mereka masih harus memenuhi pesanan atau order yang dilakukan dengan menggunakan harga lama.

"Misalnya beli bahan kulit dulu 50 ribu per meter, tapi sekarang bisa Rp75 ribu per meter. Kalau dikalkulasikan tiap pasang sepatu saya rugi Rp20 ribu sampai Rp30 ribu," ungkap pria yang akrab disapa Dede ini.

Saat membeli bahan baku, ia mengaku kaget banyaknya bahan yang harganya melonjak padahal harga pemesanan sepatu sudah disepakati di awal pembelian.

Biasnaya ia bisa menabung setiap bulannya namun kini uang tersebut harus ditarik untuk menutupi biaya produksi.

"Saya rugi, tapi produksi jangan sampai berhenti karena menyangkut pekerja yang harus tetap mendapat upah," katanya.

Kenaikan harga juga dirasakan oleh para penjual bahan sepatu, Sanjaya (29) selaku pemilik toko. Ia menaikkan harga hampir semua bahan baku sepatu sebesar 10 persen. Namun imbasnya pelanggan mereka menurun sebanyak 30 persen.

"Sebenarnya kita banyaknya ngambil bahan dari lokal, tapi bahan-bahan untuk membuat bahan lokal itu mereka juga impor, pake dolar lagi," kata Sanjaya.

Sementara itu, penjualan sepatu di Cibaduyut sedang sepi. Azwar (73) mengaku telah memberhentikan beberapa pekerjanya dikarenakan tokonya sepi pengunjung.

"Ya mungkin karena harga beras naik, elpiji naik, BBM naik, masyarakat jadi berpikir dua kali buat beli sepatu," kata Azwar menambahkan. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,