Dana Rp 1 Triliun Bunuh Kredibilitas Parpol

Dana Rp 1 Triliun Bunuh Kredibilitas Parpol

ilustrasi. (Net)

Bandung - Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat Sunatra menilai usulan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo agar partai politik diberikan dana Rp1 triliun yang sumber dananya berasal dari APBN dikhawatirkan akan membunuh kredibilitas partai politik (parpol).

"Kami menilai usulan tersebut tindakan yang menyesatkan dan memang kelihatannya baik, tapi sebenarnya menyesatkan. Sangat tidak relevan partai diberikan dana seperti itu," kata Sunatra, di Bandung, Selasa (10/3/2015).

Ia mengatakan, selama ini partai melakukan kompetisi melalui Pemilu untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dan atas dasar itulah parpol mendapatkan dana dari APBN/APBD.

"Sehingga uang yang didapat berdasarkan suara yang diperoleh di Pemilu. Di sini parpol berlomba-lomba menarik simpati rakyat yang diakumulaskan menjadi suara dukungan," katanya.

Menurut dia, sebagai contoh perhitungan suara pada Pemilu 2004 didasarkan pada raihan suara dan pada pemilu 2009 dan 2014 dihitung berdasarkan jumlah kursi yang diperoleh parpol di DPR RI/DPRD.

"Sehingga saya tidak setuju kalau parpol diberikan dana sistem plat rata-rata Rp1 triliun tiap parpol, disamping membunuh kompetisi juga akan muncul ketergantungan kepada pemerintah," kata dia.

Apabila pemerintah memberikan dana kepada parpol, kata dia, maka dikhawatirkan parpol akan terikat dan terbelengu oleh anggaran yang diberikan pemerintah," ungkapnya.

Dikatakan dia, selama ini sumber keuangan partai berasal dari fungsionaris dan anggota partai serta bantuan dari APBN/APBD yang didasarkan pada jumlah suara atau kursi yang diperoleh.

"Kemudian dana partai itu diaudit dan dilaporkan kepada pemerintah yakni kepada BPK. Tidak benar kalau dana partai dikelola tertutup, dana partai itu dikelola terbuka diaudit oleh akuntan publik," katanya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengusulkan agar partai politik diberikan dana Rp1 triliun yang sumber dananya berasal dari APBN. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,