Pengusaha Antisipasi Efek Dominasi Melemahnya Rupiah

Pengusaha Antisipasi Efek Dominasi Melemahnya Rupiah

ilustrasi. (Net)

Bandung - Para pengusaha Jawa Barat melakukan antisipasi kemungkinan muncul efek domino dari melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

"Kondisi nilai tukar rupiah yang saat ini kurang menggembirakan, pengaruhnya ke sektor dunia usaha cukup besar sehingga kami harus melakukan strategi meminimalisasi efek domino yang kemungkinan muncul," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indoneia (Apindo) Jabar Deddy Widjaya di Bandung, Selasa (10/3/2015).

Menurut dia, nilai rupiah yang menembus Rp13.000-an per dolar AS akan menimbulkan dampak ekonomi termasuk mendorong laju inflasi.

Bagi pengusaha, nilai rupiah yang terus menurun berakibat terhadap harga bahan baku ekspor yang mengalami kenaikan.

"Sebagian besar bahan baku produksi masih impor, jelas kondisi saat ini kurang menguntungkan. Namun kami berupaya untuk tidak panik dan terus mencermati," kata Deddy Widjaya.

Akibat terdekat, kata dia kenaikan bahan baku dan biaya operasional juga dipastikan terdorong oleh situasi terakhir nilai mata uang nasional itu.

"Kami berharap pemerintah segera melakukan langkah kongkret melalui BI. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlebih angka itu cukup signifikan bagi pengusaha," katanya.

Ia berharap kondisi itu segera pulih sehingga dampaknya tidak terlalu lama dan berat bagi dunia usaha dan tidak ada pelaku bisnis yang mengalami gangguan produksi atau bahkan gulung tikar.

Terkait antisipasi pengusaha, salah satunya dengan melakukan penyesuaian harga produksi sehingga bisa menutupi biaya operasi yang dikeluarkan.

"Penyesuaian harga produk mungkin akan kita ambil sehingga bisa melakukan penyesuaian dengan kondisi terakhir. Namun kami berharap upaya pemerintah melalui BI bisa mengatasi masalah ini," katanya.

Turun naik nilai dolar AS terhadap rupiah jelas mendongkrak harga bahan baku produksi yang didatangkan secara impor dan dengan pembayaran menggunakan mata uang dolar AS. (AY)

.

Categories:Ekonomi,