Dana Politik dari APBN Menyesatkan

Dana Politik dari APBN Menyesatkan

ilustrasi. (Net)

Bandung - Wacana Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo soal dana khusus untuk partai diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) sebesar Rp 1 triliun dinilai menyesatkan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
Partai Gerindra Jawa Barat Sunatra, melalui telpon genggamnya ketika dihubungi CikalNews.com Selasa (10/3/2015) petang.

"Gagasan Mendagri Tjahjo Kumolo yang akan memberikan anggaran dari APBN Rp 1 triliun bagi partai politik, kelihatannya baik, tapi sebenarnya menyesatkan," ujarnya.

Menurutnya selain menyesatkan, hal tersebut juga membunuh kredibilitas partai politik. Selain itu juga akan memunculkan ketergantungan kepada pemerintah. Parpol akan terikat dan terbelengu oleh anggaran yang diberikan pemerintah.

"Selama ini partai melakukan kompetisi melalui Pemilu, meraih suara sebanyak banyaknya. Atas dasar itu parpol mendapatkan dana dari APBN atau APBD. Uang yang didapat berdasarkan suara yang diperoleh di Pemilu. Di sini akhirnya parpol berlomba-lomba menarik simpatik rakyat yang diakumulaskan menjadi suara dukungan," bebernya.

Diberitakan sebelumnya Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan mengenai penyelengaraan dana partai politik yang diambil dari APBN tersebut, dengan alasan dapat meminimalisir potensi korupsi oleh kader partai.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,