Pemprov Jabar Kerja Sama dengan Basarnas

Pemprov Jabar Kerja Sama dengan Basarnas

Pemporv Jabar yang diwakili Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat melakukan penandatanganan MoU bersama Basarnas.(Foto:jabarprov.go.id)

Bandung - Sesuai Peraturan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Nomor 20 Tahun 2014, status Kantor SAR Bandung ditingkatkan dari Kelas B menjadi Kelas A.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, peningkatan status penting, mengingat tingginya tingkat kerawanan wilayah Jawa Barat, baik secara geografis, geologis, hidrologis maupun klimatologis.

Secara faktual, Jabar memiliki tujuh gunung api aktif, 40 daerah aliran sungai, serta wilayah Jabar Selatan berhadapan dengan Samudera Hindia, yang berpotensi gempa dan tsunami, longsor dan banjir, serta angin putung beliung.

"Dari beberapa fakta menggambarkan bencana yang berpotensi terjadi, sangat beragam jenis dan skala," ungkapnya Deddy dalam sambutannya di acara peresmian gedung Kantor SAR Kelas A Bandung, di Jalan Rancaekek KM 27 Kabupaten Bandung, Selasa (10/3/2015).

Wagub Jabar berharap, penandatanganan MoU ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jawa Barat. Sebab, berbagai tantangan pembangunan yang akan dihadapi di masa yang akan mendatang masih cukup berat. "Semoga dengan ini, koordinasi antara kantor SAR dan Pemda dapat terus berlanjut dengan baik," harapnya.

Menurut informasi yang diperoleh CikalNews.com Kantor SAR Kelas A Bandung pada awalnya berbentuk Pos SAR Bandung, sebagai organisasi non struktural di bawah Kantor SAR Kelas A Jakarta. Peningkatan status diiringi pengembangan fisik bangunan kantor dan Gedung Siaga Pos SAR Cirebon tahun 2014 lalu. Kantor SAR ini juga akan menerima pelimpahan Pos SAR Sukabumi yang hingga kini masih berada di bawah Kantor SAR Kelas A Jakarta.

Terhitung sejak tahun 2013 hingga Februari 2015, Kantor SAR Kelas A Bandung sudang menangani sekitar 145 kejadian kecelakaan di bidang pelayaran, penerbangan, dan kondisi membahayakan lain di wilayah Jawa Barat. Jumlah korban selamat mencapai 1.220 orang, 27 orang luka-luka, 183 orang meninggal dunia, dan 36 orang dinyatakan hilang. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,