Pusat Ekonomi Kreatif Idealnya Menyebar

Pusat Ekonomi Kreatif Idealnya Menyebar

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Pusat ekonomi kreatif idealnya disebar di sejumlah daerah di luar Jawa sehingga bisa mendorong pengembangan kawasan lebih optimal lagi, kata Pakar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Yukha Sundaya di Bandung, Selasa (10/3/2015).


"Badan Ekonomi Kreatif Indonesia memilih Bandung dan Jogja sebagai pusat ekonomi kreatif di Indonesia, namun alangkah lebih baik pemerintah juga memilih daerah lain di luar pulau Jawa," kata Yukha Sundaya.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKI) yang dibentuk Presiden Joko Widodo pada Januari 2015 menetapkan Kota Bandung dan Yogyakarta sebagai pusat ekonomi kreatif di Indonesia. Badan ini menjadikan industri musik dan film sebagai lokomotif utama.

Ia menyebutkan, industri kreatif bisa tumbuh subur dengan tetap mempertahankan warna khas dari budaya masyarakat, seperti Papua dan Kalimantan.

"Tentu yang diangkat justru dari indigenous lokal. Alat musik sape asal Kalimantan, misalnya, itu unik lantaran bisa masuk ke berbagai genre, seperti jazz dan blues," katanya.

Yukha berpendapat, kekayaan seni dan budaya yang tersebar merata di setiap daerah di Nusantara mampu membuat kegiatan ekonomi kreatif berjalan baik.

"Bandung dan Yogyakarta sejal lama juga sudah dijuluki kota kreatif, jadi semestinya pemerintah membangun pusat ekonomi kreatif baru di luar Jawa agar aktivitas ekonomi turut berkembang di berbagai daerah," katanya.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia merupakan lembaga pendukung Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif.

Badan itu merupakan badan baru yang dibentuk pada 20 Januari 2015, setelah Presiden Jokowi menandatangani Perpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,