Berantaknya Trotoar Bandung Jelang KAA

Berantaknya Trotoar Bandung Jelang KAA

Trotoar Granit Yang Semakin Amburadul. (ADE)

KEINGINAN Kota Bandung untuk menjadi tuan rumah yang sukses menjelang pelaksanaan peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) pada bulan April 2015 mendatang, tampaknya bakal mendapat hambatan. Pasalnya, sejumlah persoalan masih menggayuti keberadaan trotoar di jalan utama di Kota Bandung tersebut. Seperti penyelesaian pelaksanaan proyek trotoar di Jalan Braga dan Asia Afrika, yang bersentuhan langsung dengan kepentingan peringatan 60 tahun KAA.

Selain di kedua jalan utama tersebut, kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Jalan R.E. Martadinata atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jalan Riau.Sejatinya, sejak kontraktornya diputus kontrak dan pelaksanaan pekerjaan terhenti pada akhir Desember 2014 lalu, kondisi drainase dan trotoar granit di Jalan Riau dan Braga semakin berantakan.

Bahkan, di beberapa titik, kini banyak granit yang disebut berasal dari Tiongkok itu sudah pecah-pecah dan membahayakan bagi para pejalan kaki. Ironisnya, trotoar yang sebenarnya memang dikhususkan bagi pejalan kaki, justru membuat para pejalan kaki tidak nyaman. Mereka harus ekstra waspada saat melewati kedua jalan tersebut. Jadi boro-boro nyaman ketika melewati kedua ruas jalan tersebut, yang ada justru sebaliknya, muncul perasaan waswas dan rasa takut. Kondisi ini tentu saja tidak boleh terjadi.

Hasil pantauan di lapangan, terdapat sejumlah lubang yang cukup dalam dengan diameter sekitar 30 centimeter. Semula lubang yang berada di antara pembatas jalan dengan trotoar itu, sedianya akan digunakan sebagai resapan air. Namun apa daya, ternyata keberadaan lubang tersebut justru menjadi membahayakan bagi para pengguna jalan. Setidaknya kondisi itu terlihat di dekat Kantor Pengadilan Negeri Bandung, tepat di dekat persimpangan Jln. Riau-Lombok. Lebih membahayakan, karena pada malam hari didaerah itu cukup minim lampu penerangan. Padahal untuk anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan proyek tersebut mencapai Rp 52 miliar.

Seperti diketahui, proses pengerjaan drainase dan trotoar granit di Jalan Braga dan Riau sudah dihentikan oleh Pemkot Bandung. Dua kontraktor diputus kontrak karena dinilai wanprestasi. Proyek drainase dan trotoar granit di Jalan Braga dan Riau dengan biaya Rp 52 miliar itu dibagi dalam tiga segmen yang dipegang tiga kontraktor berbeda. Segmen pertama Jalan Riau yaitu mulai dari Jalan Wastukancana hingga perempatan Jalan. Banda. Dan segmen dua mulai dari Jalan. Banda hingga Jalan. Aceh (Taman Pramuka). Satu segmen lain berada di Jalan. Braga.

Walikota Bandung Ridwan Kamil sempat kecewa terhadap hasil buruk yang terjadi di lapangan. Dia bahkan sempat menyebut sebagian kontraktor di Bandung brengsek, karena tidak memiliki dana dan skill mumpuni meski diawal-awal memberikan janji manis Namun dalam perjalannya, satu kontraktor yang diputus kontrak, PT Silva Anidia Utama, melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Nomor perkara kasus ini yakni 08/G/2015/PTUN-BDG dengan penggugat PT Silva Anidia Utama dan tergugat Kepala DBMP Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen.

Sejauh ini DBMP Kota Bandung masih menunggu putusan PTUN Bandung untuk melaksanakan lelang ulang proyek drainase dan trotoar granit. Dengan kata lain, pelaksanaan lelang masih belum dapat dipastikan waktunya. Demikian pengakuan Sekretaris DBMP Kota Bandung, Didi Ruswandi. Kendati proses lelang belum dilakukan, DBMP tetap melakukan pengawasan terhadap hasil pelaksanaan yang sudah ‎?ada. Secara swakelola, pengawasan dilakukan oleh DBMP.

Tak heran jika kemudian banyak pihak yang mempertanyakan kelanjutan pelaksanaan proyek tersebut. Di antaranya dari Sekjen Forum Kebijakan Analisa Hukum Publik (Forkahup) Jabar, Sanjaya. Sebab itu,Pemkot Bandung dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, harus serius dalam melaksanakan proyek trotoar tersebut. Termasuk dalam melaksanakan proyek perbaikan trotoar Jalan Braga dan Asia Afrika, yang memang  dikebut untuk kepentingan peringatan 60 tahun KAA. Di sini terus terang nama Pemkot Bandung dipertaruhkan dalam memilih kontraktor.

Disadari atau tidak, memang menjelang peringatan KAA di Bandung pada April 2015 nanti, tidak mungkin proyek perbaikan trotoar Jalan Braga dan Asia Afrika  ditenderkan. Sebab waktu pelaksanaan kurang dari 50 hari lagi. Bahkan, akhirnya Presiden Joko Widodo pun mengeluarkan keputusan dan meminta pelaksanaan pekerjaan perbaikan trotoar itu dilakukan dengan sistem penunjukan langsung. Kendati dalam pelaksanaannya bukan tidak mungkin munculnya potensi penyelewengan. (AY)

.

Categories:PenaCikal,
Tags:bandung,kaa,