Pemerintah akan Luncurkan Indeks Keberdayaan Konsumen

Pemerintah akan Luncurkan Indeks Keberdayaan Konsumen

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan meluncurkan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) pada puncak peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) pada 23 April 2015.

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/3/2015), mengatakan Indonesia adalah negara pertama di ASEAN yang mengimplementasikan indeks keberdayaan konsumen untuk mengukur kesadaran dan pemahaman konsumen akan hak dan kewajibannya serta kemampuan berinteraksi dengan pasar.

"Kami sudah menyusun tim yang nantinya akan mensurvei konsumen untuk mengukur kesadaran, pemahaman dan kemampuan mereka dalam pembelian barang dan jasa," katanya.

Tim yang terdiri atas jajaran Kemendag, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), serta Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada tahap awal akan mensurvei empat kota di Indonesia yakni Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar untuk mengecek tingkat keberdayaan konsumen.

Empat kota itu dipilih atas pertimbangan jumlah konsumen dan peredaran barang yang lebih banyak ketimbang daerah lain.

Survei dalam yang dilakukan sejak September 2014 itu telah selesai dilakukan di Medan, Surabaya dan Makassar. Ada pun survei di Jakarta akan dilakukan pada Maret ini.

"Harapannya nanti akan ada delapan kota lagi yang disurvei pada tahun ini. Target kami hasil surveinya bisa mencapai angka hingga 37 persen. Pasalnya 37 persen itu adalah angka indeks keberdayaan konsumen terendah di dunia yaitu yang ada di Rumania. Tertingginya di Norwegia yakni 60 persen," katanya.

Widodo menuturkan, IKK dibutuhkan sebagai indikator untuk melihat sejauh mana masyarakat bisa lebih kritis atas hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

Dengan menyadari dan memahami perannya, konsumen diharapkan juga bisa mempertahankan hak mereka ketika merasa dirugikan atau tidak puas dengan pelaku usaha. Terlebih, Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar di ASEAN dan menempati peringkat terbesar ke empat dunia.

"Kalau 150 juta penduduk kita sudah berdaya, dampaknya kualitas produk juga bisa meningkat. Dengan keberdayaan konsumen yang tinggi, ditambah nilai nasionalisme, konsumen akan lebih memilih produk dalam negeri yang efeknya akan bagus saat Masyarakat Ekonomi ASEAN," ujarnya.

Skala pengukuran IIK adalah 1-100 meliputi tujuh unsur, yakni keberdayaan konsumen pra-pembelian, keberdayaan konsumen saat pembelian, perilaku pembelian, kecintaan produk dalam negeri dan keberdayaan konsumen pascapembelian.

Selain peluncuran IKK yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, peringatan Harkonas 2015 yang keempat itu akan diramaikan pula dengan berbagai kegiatan seperti lomba-lomba, seminar, workshop di berbagai kota serta bincang-bincang di televisi.

Acara puncak Harkonas yang jatuh pada 20 April akan diperingati pada Kamis (23/4) di Monumen Nasional dengan pencanangan "Konsumen Cerdas Dengan Nasionalisme Tinggi Menggunakan Produk Dalam Negeri", peluncuran Indeks Keberdayaan Konsumen, pameran produk dalam negeri serta makan bakso dan minum jamu gratis. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:bisnis,