Buruh Meminta UMK/Kota Harus Naik 30 %

Buruh Meminta UMK/Kota Harus Naik 30 %

Buruh minta perusahaan sejahterakan pekerjanya. (Foto Ade)

Bandung – Proses penetapan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota)  yang akan digodok oleh Pemrov Jabar mulai November 2014 mendapat reaksi dari berbagai kalangan organisasi buruh seperti ; SPN, SPSI, KASBI dan FSPSI. Kaum buruh meminta UMK 2015 harus naik sekitar 20 % hingga 30 %.
 
Menurut keterangan perwakilan KASBI Bandung, Mulyono, keinginan buruh yang meminta UMK naik hingga 30 % itu adalah hal wajar, karena tahun depan diprediksi akan terjadi berbagai kenaikan seperti TDL, dan BBM.
 
“Itu hal yang wajar jika buruh minta UMK itu naik 20 % hingga 30 %, karena nanti 2015 akan ada berbagai kenaikan seperti TDL dan BBM,” terang Mulyono saat ditemui di Gedung Sate, Selasa, (7/10/2014).
 
Masih kata Mulyono, UMK/Kota itu berhak naik mencapai 30 % atau minimalnya naik 20 % karena kebutuhan hidup di tahun depan itu akan naik.
 
“KHL saat ini saja sudah terbilang cukup meningkat meskipun harga BBM dan TDL belum naik, jadi kita meminta untuk Pemprov Jabar agar bijaksana dalam menentukan besaran UMR, UMK/Kota, atau UMP, semua itu diambil dari survey KHL,” kata Mulyono.
 
Buruh di Kabupaten Bandung meminta UMK di sana naik menjadi Rp. 2.300.000,- dari sebelumnya Rp. 1.700.000,-, sedangkan untuk buruh di Kota Bandung umumnya meminta UMK/Kota 2015 naik menjadi Rp. 2.500.000,- dari sebelumnya Rp. 2.000.000.- (Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,