Wajit Cililin Dikenal Punya Cita Rasa

Wajit Cililin Dikenal Punya Cita Rasa

wajit khas buatan Dudu. Foto Ade

Cara pengolahan atau pembuatan adonan bisa berpengaruh kepada cita rasa dan daya tahan makanan. Cara pencucian bahan yang digunakan pun ternyata bisa menentukan umur makanan.

Menurut penuturan Dudu Rachman, pengusaha wajit dari Cililin Kabupaten Bandung Barat, dalam proses pembuatan wajit agar barangnya tahan lama, dia juga harus memperhatikan kebersihkan bahan sewaktu dicuci.

“Bahan baku wajit seperti  gula merah, gula putih, ketan, dan kelapa harus benar-benar bersih pada saat mau dibuat adonan," tuturnya.

Usaha yang sudah dijalani turun-temurun selama 60 tahun lebih ini memang memerlukan ketelitian dalam pembuatan, pengingat makanan khas Cililin, Kab. Bandung Barat tersebut kekuatannya tidak bisa lama, paling bertahan 2 Minggu atau 3 Minggu saja.

Pemilik wajit bermerk Gaya Sari, mengatakan,  yang membuat wajit tidak bisa tahan lama yaitu karena bahan wajit menggunakan campuran kelapa, 
 
"Jadi jika lebih dari 3 Minggu rasa wajit udah tidak enak seperti udah tengik," katanya.

Cara pengolahan juga bisa mempengaruhi rasa dan ketahanan, banyak pengusaha wajit sekarang menggunakan mesin pengaduk adonan agar lebih praktis dan cepat, namun cara itu bisa merubah rasa asli wajit. Dudu berkomentar justru menggunakan alat atau mesin kualitas wajit tidak bisa sebagus dulu yang hanya pakai tangan.

"Sampai saat ini demi menjaga resep warisan leluhur, wajit buatannya masih menggunakan olahan tangan sendiri, bahkan dalam meracik bahan ia melakukannya sendiri. Sampai saat ini belum ada rasa kepercayaan jika dikerjakan pegawai," akunya.

Dalam seharinya ia merogok modal sebesar Rp. 3,5 juta untuk membuat bahan wajit sebanyak 300 kilogram, baru dari situ dihasilkan 600 bungkus berukuran ½ kilogram. Perbungkusnya ia jual ke pemborong seharga Rp. 12.000,- sampai Rp. 15.000,-. Pemborong yang sudah biasa ngambil barang darinya memasarkan wajit ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Malaysia dan Timur Tengah.

Mengingat pemasaran wajit yang sudah cukup bagus, Dudu berpikir bagaimana caranya biar wajit bisa tahan lebih lama, untuk itu dia harus mempertahankan cara membuat wajit dengan olahan tangan dan memasaknya di atas kayu bakar. Kering tidaknya wajit ternyata bisa mempengaruhi daya tahan, semakin kering bisa tahan hingga satu bulan.

Semua bahan gula merah, gula putih, ketan, dan kelapa diaduk hingga rata lalu di masak hingga kering baru setelah itu di bungkus mengggunakan daun jagung. Daun jagung adalah bahan yang cocok untuk membalut wajit, bahan lain pernah dicobanya tetapi tidak cocok dan membuat rasa wajit tidak enak. Jadi kualitas daun jagung juga bisa mempengaruhi rasa wajit.

Wajit buatan Dudu Rachman diakui banyak orang adalah wajit yang paling enak di Cililin, terbukti rasa wajit khas buatan Kaum, Alun-Alun Cililin ini rasannya pas, tidak terlalu manis, tidak terlalu giung, jadi sedang seperti aslinya wajit. (Ode)**
.

Categories:Kuliner,
Tags:kuliner,