2 Siswi Jabar ke Jepang Pelajari Antisipasi Bencana

2 Siswi Jabar ke Jepang Pelajari Antisipasi Bencana

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung – Dua siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Kota Bandung, Nabila dan Alisha (12), memiliki motivasi yang kuat untuk mempelajari bagaimana antisipasi bencana bagi anak-anak. Keduanya merupakan peserta terbaik yang berhasil melewati seleksi studi ke negeri sakura Jepang, yang diselenggarakan oleh ASEAN Children Forum Commite.

Kegiatan studi itu merupakan jawaban dari kunjungan Jawa Barat ke Jepang, yang diwakili oleh Asisten Daerah 2 Setda Prov. Jabar Ahmad Hadadi dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Prov. Jabar Nenny Kencanawati.

Pada kunjungan Members Of Child Friendly Asia Pasific (CFAP) Advisory Board Kyoto Japan Prof. Dr. Isami Kinoshita ke Gedung Sate Bandung, Kamis (12/3/2015) mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi upaya pembangunan Kota Layak Anak (KLA) di Bandung. 

 
Menurutnya, upaya Kota Bandung itu akan berpengaruh tidak hanya di daerah sekitarnya, tetapi juga secara global. “Globalisasi membuat manusia melupakan budayanya. Namun dengan upaya KLA, dapat ditanamkan budaya sejak dini pada generasi muda”, ujarnya.

Menanggapi hal itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy mizwar mendukung program tersebut. Bahkan, Pemprov Jabar sepakat melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan CFAP Advisory Board Kyoto Japan. MoU untuk menyelenggarakan pertukaran peserta studi antar negara, seperti yang telah dilakukan antara Indonesia dan Kroasia.

“Ini sangat bagus. Kita juga bisa belajar langsung dari negara maju bagaimana cara mengembangkan kota layak anak. Dengan suksesnya penerapan program kota layak anak di Bandung, bukan tidak mungkin akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat," pungkasnya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:bandung,