Bulog Beli Beras Harusnya Lebih Mahal dari Bandar

Bulog Beli Beras Harusnya Lebih Mahal dari Bandar

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung – Harga beras yang naik diprediksi karena pengaruh bandar atau oknum spekulan, saat stok beras sedang banyak seorang bandar rela membeli beras dari petani dengan harga lebih tinggi dari Bulog, namun hal itu dijadikan kesempatan untuk menimbunnya dan menjual mahal saat stock sedang sedikit.

 

Menurut praktisi dan pengamat pertanian dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Karyo, saat melakukan studi banding ke Desa Pacet Kab Bandung, Kamis (12/3/2015) para bandar beras umumnya berani membeli beras dari petani dengan cara menjemput bola, mereka juga membeli biasanya dengan harga lebih tinggi dari harga yang di beli Bulog.

 

“Kalau menjual beras ke Bulog harus para petani yang datang ke kantor dan menawarkannya, namun oleh para bandar beras, biasanya beras langsut di jemput, diangkut serta di bayar tunai, sedangkan kalau oleh Bulog terkesan lebih lama dan berproses, sudah begitu harga lebih murah lagi,” ucap Karyo saat ditemui Kamis (12/03/2015).

 

Kabupaten Wonogiri sebagai daerah komoditi beras saat ini bisa menghasilkan pasokan beras sebesar 30 persen untuk Provinsi Jawa Tengah, namun hal ini berbeda pada saat air berlimpah di bendungan, pasokan bisa mencapai 50 persen.

 

“Saat ini air di bendungan besar harus di bagi dua pengairannya dengan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah tetangga Kabupaten Wonogiri saat ini bisa disebut daerah penghasil beras di Jawa Tengah. Bahkan kalau hasil panen berlimpah banyak para bandar dari Jawa Barat mencari kesana,” ungkap Karyo.

 

Berkurangnya stock beras saat ini di Jawa Tengah karena sebagian daerah banyak yang gagal panen. Kegagalan terjadi karena sawah petani pasokan airnya kurang, sehingga panen padi pun tidak optimal.

 

“Sekarang padi di Jawa Tengah sudah jarang yang menggunakan padi Gogo, padahal padi Gogo itu lebih baik karena hanya mengandalkan air hujan saja, namun saat ini petani jarang yang menanam itu. Padi Gogo banyak dikembangkan diluar pulau Jawa seperti ; Kalimantan,” cetusnya.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,