Viva Westi Menggarap Film "Sudirman"

Viva Westi Menggarap Film

Viva Westi selaku sutradara Soedirman (Putri)

Bandung- Tidak selalu film dengan tema kisah cinta tetapi film biografi pahlawan Jendral Sudirman akan menghiasi deretan bioskop Indonesia tahun 2015 ini. Sutradara Viva Westi saat ini tengah mempersiapkan film terbarunya dengan mengangkat cerita mengenai tokoh pahlawan Sudirman. Film Sudirman ini akan tayang sambil memperingati bulan kemerdekaan Indonesia.
 
Film ke delapan karya Viva Westi ini lebih fokus ke gerilia Sudirman, film ini menceritakan bagaimana Indonesia setelah kemerdekaan, juga bagaimana ternyata setelah Indonesia merdeka masih ada agresi militer ke 1 dan yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia.
 
"Ini film tentang agresi militer ke 2, selama 3 tahun setelah kita merdeka tapi sebenernya kemerdekaannya belum diakui sama Belanda, kita masih diserang setelah konferensi meja bundar baru kita real kemerdekaan,  banyak yang nggak tau Indonesia pernah pindah ibukotanya ke Yogyakarta, Indonesia dulu cuma ada Yogya dan beberapa Sumatera," ujar Westi di lokasi syuting daerah Cisitu Lembang Bandung belum lama ini.
 
Untuk pemilihan talent sendiri Westi sempat melakukan casting di Jakarta dan jatuhlah peran Sudirman ini kepada Adipati Dolken yang siap untuk menerima tantangan bereperan sebagai Sudirman. Untuk menjadi Sudirman semua kru dan talent melakukan booth camp 2 minggu, sebulan sebelum mereka syuting yang ngajarin Kopasus.
 
Booth camp ini tidak hanya diikuti oleh talent tetapi sebagai sutradara dan kru tentu ikut andil juga, hanya fokusnya ke talent dan ternyata di sni senjata semua asli karena keuntungannya  dibantu oleh Angakatn Darat. Keunikannya dari Angakatan Darat ini  mereka ikut andil dengan menjadi figuran dalam film Sudirman.
 
 
"Kenapa jatuhnya ke Adipati, karena Adipati paling siap untuk menerima tantangan ini, soalnya penawaran kita agak kurang nyaman dengan ikut booth camp, lokasi syuting yang terpencil, belum lagi naik turun gunung" ujar mba W sapaan akrab sutradara cantik ini.
 
Ekspektasi sutradara ini adalah ingin masyarakat tahu sejarah seperti apa karena banyak hal yang nggak kita ketahui bagaimana hubungan pemimpin-pemimpin pada  waktu itu. Dimulai ada Hatta,  Syahrir, Tan Malaka dan yang lainnya. (Ode)**
.

Categories:Film,