Polda Jatim Sita 110 Ton Pupuk Bersubsidi

Polda Jatim Sita 110 Ton Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi.(Foto:Net)

Surabaya - Anggota Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menyita 110 ton pupuk bersubsidi dari Gudang CV Mitra Agro Sentosa, Peterongan, Jombang, yang disalahgunakan tersangka HAR (46).

"Modusnya, pupuk bersubsidi yang warnanya pink itu dicuci hingga bersih dan dikemas untuk dijual lagi sebagai pupuk nonsubsidi," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf di lapangan apel Mapolda Jatim, Senin (16/3/2015).

Didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Soeprodjo WS, ia menjelaskan keuntungan tersangka dengan mengubah pupuk bersubsidi menjadi pupuk nonsubsidi adalah Rp2,2 miliar sehingga kerugian negara adalah senilai itu.

Selain 110 ton pupuk, polisi juga menyita sebuah mesin molen (alat cuci pupuk), lima iner bekas, sebuah mesin jahit, empat buah jerigen, segulung benang putih, 10 lembar sak urea, sebuah sekop, dan sebuah cutter.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 60 Ayat 1 UU 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp250 juta," katanya, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono.

Selama tahun 2015 (Januari-Maret), katanya, Polda Jatim telah menangkap delapan tersangka dengan barang bukti (BB) sebanyak 226 ton pupuk bersubsidi, termasuk 110 ton yang disita tim Polda Jatim di Jombang itu. Untuk tahun 2014, pihaknya menyita 106 ton (Januari-Desember).

Selain Jombang adalah Polres Magetan sebanyak 39 ton (tiga kasus dengan empat tersangka, lalu Polres Lamongan sebanyak 35 ton (satu kasus dengan tersangka masih diselidiki).

Berikutnya, Polres Sidoarjo sebanyak 25 ton (satu kasus dengan tersangka masih diselidiki), Polres Gresik sebanyak empat ton (satu kasus dengan satu tersangka), dan Polres Jember sebanyak 13 ton (dua kasus dan dua tersangka).

"Untuk kasus di Sidoarjo itu merupakan informasi dari tim Intelijen Kodim Sidoarjo. Dalam sejumlah penangkapan kasus penyalahgunaan pupuk itu, kami memang bekerja sama dengan jajaran TNI," katanya.

Ditanya modus penyalahgunaan pupuk bersubsidi itu, ia menyebut tiga modus, yakni pupuk bersubsidi dijual sebagai pupuk nonsubsidi, pupuk bersubsidi dioplos dengan nonsubsidi, dan penimbunan.

"Jadi, kalau ada kesan polisi dan TNI jalan sendiri itu tidak benar, karena di lapangan ada koordinasi antara polisi dengan TNI, jajaran pertanian, dan jajaran Disperindag. Apalagi, semua itu untuk melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo untuk ketahanan pangan," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:daerah,