Pebalap F1 Prancis Belum Keluar dari Masa Kritis

Pebalap F1 Prancis Belum Keluar dari Masa Kritis

Petugas Medis Berusaha Mengevakuasi Jules Bianchi Yang Terjebak. (Foto: Net)

Jepang - Pebalap Formula Satu Prancis Jules Bianchi tetap berada dalam keadaan kritis namun dalam kondisi stabil di rumah sakit Jepang, setelah mengalami cedera otak traumatis, demikian dinyatakan pihak keluarga dan rumah sakit, Selasa (07/10/2014).

"Jules masih dirawat di ruang unit gawat darurat di Mie General Medical Center di Yokkaichi. Ia mengalami cedera otak menyebar dan ia kritis tapi dalam kondisi stabil," bunyi pernyataan itu, yang dikeluarkan tim Marussia.

"Para profesional medis di rumah sakit itu melakukan usaha yang terbaik untuk memulihkannya dan kami berterima kasih atas usaha keras mereka atas Jules sejak kecelakaan itu terjadi," katanya.

Bianchi yang berusia 25 tahun mengalami cedera parah ketika ia melaju dalam kecepatan tinggi dan menabrak bagian belakang kendaraan yang berada di dekat trek menjelang akhir lomba Jepang GP yang basah karena hujan.

Ia dibawa dengan menggunakan ambulans dalam keadaan tidak sadar ke rumah sakit terdekat dan kemudian menjalani operasi otak dan dokter mengatakan ia dalam kondisi kritis.

Cedera yang disebut dengan istilah "diffuse axonal" terjadi 50 persen pada orang yang mengalami cedera serius pada kepalanya. Bianchi mengalami cedera itu.

Orangtua Bianchi, Philippe dan Christine, terbang ke Jepang dan berada di sisi tempat tidur putranya dan mereka ditemani spesialis dari Prancis, Grard Saillant, yang merawat Michael Schumacher yang nyaris fatal ketika mengalami kecelakaan ski Desember dan cedera pada kepalanya.

"Kami juga senang dengan hadirnya Profesor Gerard Saillant, Presiden Komisi Medis FIA serta Profesor Alessandro Frati, ahli operasi neuro dari University of Rome La Sapienza, yang berangkat ke Jepang atas permintaan Scuderia Ferrari," bunyi pernyataan mereka.

"Mereka tiba di rumah sakit hari ini dan bertemu dengan tim medis rumah sakit yang bertanggung jawab atas perawatan Jules. Mereka akan berdiskusi tentang status medis pebalap itu dan akan memberikan advis kepada keluarganya," demikian pernyataan itu.

Perlombaan Minggu dihentikan beberapa saat setelah Bianchi bertabrakan di saat Lewis Hamilton sedang memimpin lomba ketika itu dan akhirnya dinyatakan sebagai juara.

Kendaraan pendukung yang terlibat dalam kecelakaan itu sedang berusaha memindahkan mobil Adrian Sutil, Sauber, yang juga mengalami insiden tabrakan di tempat sama pada beberapa putaran sebelumnya.

Panita perlombaan mendapat kritikan tajam pada perlombaan itu, yang diadakan saat hujan turun disertai semacam angin topan.

Para pebalap beberapa kali mengeluh karena mereka tidak dapat memandang ke depan dengan jelas karena terkena semprotan air serta meredupnya cahaya lampu.

Pada gerak ulang di remakan, kelihatan momen mengerikan itu, ketika kendaraan Bianchi yang berlari kencang melesat ke luar lintasan dan menghantam kendaraan traktor pembawa alat berat.

Film dari seorang penonton, yang dimasukkan dalam YouTube, menunjukkan pebalap itu hilang keseimbangan dan kendaraan Merussia itu seperti terbang ke arah belakang kendaraan kuning itu.

Perdebatan tentang kokpit yang terbuka di bagian atas selalu terjadi, karena dengan demikian proteksi pada bagian kepala pebalap jadi riskan.

Dalam rekaman gerakan lambat terlihat bagaimana pengaman kepala (helm) Bianchi terlempar ke udara karena benturan keras sehingga kepalanya tidak terlindung.

Mantan juara dunia Alain Prost pun mengeluarkan uneg-unegnya.

Pria dari Prancis itu, yang tidak hadir pada balapan itu, mengatakan kepada Radio Europe 1 bahwa truk pembawa mobil rusak itu tidak seharusnya ada di tempat itu.

"Masuknya mobil crane itu (ke dalam sirkuit) tanpa didahului kendaraan pengaman (safety car) sama sekali tidak dapat ditolerir," katanya.

"Siapa yang salah, saya masih belum tahu. Apakah direktur lomba atau marshals? Pasti ada seseorang yang memutuskan untuk memindahkan kendaraan Sutil," katanya. (AY)

.

Categories:Otomotif,
Tags:otomotif,