Sungai Cimanuk Meluap Ribuan Rumah di Indramayu Banjir

Sungai Cimanuk Meluap Ribuan Rumah di Indramayu Banjir

Akibat air sungai meluap, rumah-rumah penduduk terendam banjir.(Foto:Net)

Indramayu - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu akibat luapan Sungai Cimanuk, Senin sore meluas hingga sembilan kecamatan. Kondisi itu diperparah dengan belum surutnya genangan air yang merendam rumah-rumah warga, hingga ketinggian banjir berkisar 1 hingga 1,7 meter.
Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus melakukan penanganan warga korban banjir. "Ada sembilan kecamatan yang terkena dampak luapan Sungai Cimanuk. Kami mengutamakan evakuasi dan penanganan warga korban banjir," kata Bupati Indramayu, Anna Sophanah, Senin (16/03).
Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cimanuk merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Jatibarang, Widasari, Kertasemaya, Sukagumiwang, dan Bangodua, serta Tukdana. Selain itu, Kecamatan Lohbener, Sindang, dan Pasekan juga turut terkena dampak jebolnya tanggul Sungai Cimanuk.
BPBD Kabupaten Indramayu terus menyalurkan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan tenda, serta selimut kepada warga. Kepala BPBD Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengatakan, pihaknya belum memiliki angka pasti, berapa jumlah rumah warga dan luas areal persawahan yang terendam, serta kerugian akibat banjir.
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di lokasi itu terdapat sekitar 1.000 rumah dan 100 hektae sawah terendam banjir setinggi dua hingga tiga meter dan 10.500 orang terkena dampanya. "Di Kecamatan Lohbener terdapat pengungsi sebanyak 600 kepala keluarga. Di kecamatan lain pendataan masih dilakukan oleh BPBD Indramayu," katanya.
 

BPBD Kabupaten Indramayu bersama BPBD Jawa Barat, Tagana, TNI, Polri, relawan, muspicam dan masyarakat melakukan evakuasi dan penanganan darurat serta bantuan makanan siap saji telah didistribusikan ke beberapa tempat. Kebutuhan mendesak adalah perahu karet, material untuk menutup tanggul jebol, permakanan, makanan bayi dan selimut.

Banjir pun telah menyebabkan jalur utama Pantura Jatibarang lumpuh dan arus lalu lintas arah Jakarta ke Cirebon melalui Jaibarang, dialihkan melalui Karangampel menuju Cirebon. Selain itu, kemacetan panjang terjadi di ruas ini, yakni mencapai 10 km. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,