Perajin Berharap Kujang Jadi Cenderamata PON Jabar

Perajin Berharap Kujang Jadi Cenderamata PON Jabar

Ibnu, pengrajin kujang, memperlihatkan salah satu senjata tradisional Sunda kujang hasil buatan dia dan rekan-rekannya di bengkel tempat pembuatannya.(Foto:Net)

Bandung - Sejumlah pengrajin kujang asal Kabupaten Bandung mengharapkan senjata khas Jabar itu menjadi cenderamata resmi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.

"Bila kujang bisa menjadi cenderamata resmi PON, setidaknya akan memberi peluang bagi para pengrajin untuk menambah pendapatan," kata Saprudin (62), pengrajin kujang asal Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (17/3/2015).

Menurutnya, saat ini kujang telah menjadi salah satu buah tangan yang banyak diburu oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bandung, terutama turis mancanegara.

"Pangsa pasar kujang kebanyakan dikirim ke luar negeri, dulunya mereka turis yang berkunjung. Setelah pulang ke negaranya mereka pesan lagi," kata Saprudin saat ditemui.

Hal senada juga disampaikan Dedi Mulyana (38), pengrajin kujang asal Desa Mekar Maju, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

"Ya, kami semua mengharapkan kujang bisa dijadikan cinderamata resmi PON. Itu perkakas tradisional masyarakat Sunda yang tak ditemukan di daerah lain," katanya.

Ia menambahkan, jumlah permintaan kujang yang minim menjadikan para pengrajin di daerahnya lebih memilih membuat golok.

"Setiap rumah pasti punya golok sebagai perkakas, namun setiap rumah belum tentu ada kujang. Itulah kenapa pengrajin lebih tertarik membuat golok. Pembeli kujang biasanya para kolektor sedangkan pembeli golok masyarakat umum," kata Dedi.

Ia menambahkan, bila pemerintah menjadikan kujang sebagai cenderamata resmi PON XIX/2016, hal itu dapat meningkatkan penghasilan bagi para pengrajin kujang di Kabupaten Bandung.

"Kami bisa punya pemasukan lebih, sekaligus turut melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Sunda kepada masyarakat luas," katanya menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,