3 Tewas di Pakistan, Bom dalam Mainan Meledak

3 Tewas di Pakistan, Bom dalam Mainan Meledak

Ilustrasi.(Foto:Net)

Peshawar - Seorang ayah dan dua anaknya tewas di Pakistan baratlaut, Selasa (17/3), setelah bom yang disembunyikan dalam mainan meledak di dalam rumah mereka. Peristiwa itu terjadi di desa Bishigram di Lembah Swat.

Kepala polisi setempat Salim Khan Marwat mengatakan, tiga anak lelaki berumur 35 tahun itu dan sepupu mereka menemukan mainan tersebut di jalan dan membawanya pulang. Setibanya di rumah, mainan itu meledak. 

"Ayah, anak perempuannya yang berumur sembilan tahun serta anak lelakinya umur tujuh tahun tewas di tempat sementara dua anak lain cidera," kata Marwat, dan menambahkan, korban cidera adalah seorang anak korban dan keponakannya.

Seorang polisi di desa Bishigram, Afzal Khan mengkonfirmasikan insiden itu. Belum jelas asal usul bom tersebut. Puluhan anak, sebagian besar di kawasan bergejolak di Pakistan baratlaut, meninggal saat bermain dengan "mainan" yang ternyata adalah bom.

"Mainan" bom itu dijatuhkan dari udara di wilayah tetangga Afghanistan oleh pasukan Soviet sejak era 1980-an, sebagai senjata melawan mereka yang menentang penyusupan.

Lembah Swat secara de facto berada di bawah kendali komandan Taliban Pakistan Maulana Fazlullah sejak 2007 hingga 2009, yang memberlakukan hukum syariah yang keras serta melakukan hukum cambuk dan gantung.

Militan diusir keluar dalam operasi militer setelah gencatan senjata berakhir, namun masih tetap menjadi ancaman bagi kawasan itu. Pemberontak Taliban menembak penggerak pendidikan bagi anak perempuan Malala Yousafzai di kepalanya, pada 2012 di lembah itu.

Fazlullah yang mengaku, ia yang memerintahkan penembakan itu dipilih sebagai pemimpin Taliban Pakistan pada 2013. Pakistan berperang melawan pemberontakan Taliban selama lebih dari satu dekade setelah mereka sepakat, untuk bekerja sama dengan pasukan NATO dipimpin AS dalam perang di negara tetangga Afghanistan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,