Tim Bulutangkis Indonesia Sulit Pertahankan Tradisi Medali Emas Olimpiade

Tim Bulutangkis Indonesia Sulit Pertahankan Tradisi Medali Emas Olimpiade

Ganda Campuran Indonesia Tantowi Ahmad (kanan) bersama Liliyana Natsir (kiri) Hanya Mampu Meraih Perak Pada Asian Games Icheon. FOTO ANTARA

Jakarta - Peraih medali emas Olimpiade Atlanta Rexy Mainaky mengatakan, Indonesia telah masuk dalam masa sulit untuk mempertahankan tradisi meraih medali emas olimpiade karena sebagian besar atlet terlempar dari ranking dunia.

"Indonesia sebagai negara bulutangkis kini tidak bisa lagi bicara emas untuk setiap perhelatan olimpiade, tapi untuk hanya sekadar medali (perak dan perunggu,red) masih ada peluang," kata Rexy di Jakarta, Rabu (08/10/2014).

Ia mengemukakan, kelemahan Indonesia terletak pada kualitas atlet. Sejumlah atlet yang produktif (20-30 tahun) terbilang tidak sebaik generasi sebelumnya.

Menurutnya, hal ini juga dipengaruhi faktor eksternal yakni munculnya negara kekuatan baru bulu tangkis seperti Thailand, India, Spanyol, Jepang, dan China Taipeh.

"Sulit untuk berharap pada generasi saat ini, tapi untuk pemain lapis ketiga yang saat ini sedang digodok di Pelatnas, justru sebaliknya. Jika benar-benar dibina, bisa jadi Indonesia akan sapu bersih emas pada Olimpiade 2020," kata dia.

Ia menambahkan, PBSI harus melakukan terobosan dalam pembinaan dan pelatihan atlet sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari Korea dan China.

Pemerintah, PBSI, dan kalangan swasta juga harus bersinergi dalam mengembangkan industri olahraga sehingga muncul suatu liga profesional bulutangkis yang dapat dijadikan sarana peningkatan kualitas atlet.

"Tidak bisa lagi berpikir, saya latihan begini jadi atlet muda juga harus begini. Zaman sudah berubah, mau tidak mau harus menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan industri olahraga," kata dia.

Prestasi bulutangkis Indonesia semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir meski tetap mempertahankan tradisi meraih medali emas olimpiade.

Pada sektor tunggal putra hanya Tommy Sugiarto yang mampu menembus sepuluh besar rangking BWF dengan berada pada urutan ke-5.

Wakil Indonesia lainnya pada rangking BWF yakni pada nomor ganda putra melalui pasangan Hendra Setiawan/M Akhsan yang berada pada urutan kedua, dan nomor ganda putri atas nama Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang berada urutan ke-10.

Sementara, pasangan Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir berada pada urutan ke-4 ranking BWF untuk nomor ganda campuran. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,