Potensi Biaya Sejuta Rumah Capai Rp 88,5 Triliun

Potensi Biaya Sejuta Rumah Capai Rp 88,5 Triliun

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Potensi pembiayaan program pengadaan "Sejuta Rumah" yang digulirkan pemerintah pada 2015 mencapai Rp 88,5 triliun, kata Direktorat Jenderal Kementerian Negara Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus di Bandung, Selasa (17/3/2015).


"Secara total potensi pembiayaan perumahan mencapai Rp 88,5 triliun," kata Maurin dalam temu DPD REI Jabar itu.

Ia menyebutkan dalam program Sejuta Rumah 2015 potensi pembiayaannya cukup besar. Potensi itu antara lain dari BPJS Tenaga Kerja senilai Rp48,5 triliun, Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) Pegawai Negeri Sipil (PNS) senilai Rp 3,1 triliun.

Kemudian potensi pembiayaan dari PT Taspen Rp 2,0 triliun, Perum Perumnas sebesar Rp1 triliun, Kementerian PU-Pera, yang terdiri atas FLPP sebesar Rp 5,1 triliun dan DIPA APBN 2015 sebesar Rp 8,1 triliun.

"Selain itu juga dari Bank Dunia, International Finance Corporation dan Asian Development Bank (ADB)," katanya.

Sedangkan untuk sumber dana rumah masyarakat berpenghasilan rendah pada tahun ini, antara lain sumber APBN untuk uang muka senilai Rp1,85 triliun, perbankan sebanyak Rp5,2-Rp15,3 triliun dan terakhir FLPP berupa kredit lunak senilai Rp46 triliun hingga Rp56 triliun.

Berdasarkan konsep kepemilikan yang bersumber dari Data Dokumen Rencana Pembangunan Infrastruktur 2015-2019, kekurangan perumahan hingga 2014 sebanyak 13,5 juta unit. Sedangkan bila mengacu pada konsep hunian, jumlah kekurangan rumah 2014 sejumlah 7,6 juta unit.

"Pemerintah membagi menjadi dua kategori perumahan yaitu rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan rumah non-MBR," katanya.

Berdasarkan Program Sejuta Rumah, pemerintah menargetkan pembangunan 603.516 unit rumah MBR dan 396.484 rumah non-MBR. Khusus untuk rumah MBR pemerintah siap membangun 99.300 unit.

"Upayanya membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), meningkatkan kualitas pembangunan baru dan rumah khusus. Sebanyak 36.016 unit rumah diantaranya dibangun oleh Perum Perumnas," katanya.

Pembangunan rumah itu diproyeksikan oleh REI sebanyak 230.000 unit. APERSI (Asosiasi Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia) 155.000 unit. Kemudian Asosiasi Perumahan Indonesia (ASPERI) mencapai 18.000 unit.

Kemudian BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Tenaga Kerja sebanyak 35.400 unit," katanya menambahkan. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,