Nimes Terdegradasi karena Mantan Presidennya Dinyatakan Bersalah

Nimes Terdegradasi karena Mantan Presidennya Dinyatakan Bersalah

Nimes Terdegradasi karena Mantan Presidennya Dinyatakan Bersalah

Paris - Klub Ligue 2 Nimes akan didegradasi satu divisi pada akhir musim setelah mantan presidennya Jean-Marc Conrad dinyatakan bersalah dalam upaya melakukan pengaturan pertandingan, kata Liga Prancis (LFP) pada Rabu (18/3/2015) WIB.

Presiden komisi disiplin LFP Sebastien Denuex mengatakan pada konferensi pers bahwa Conrad, yang mendapat skors tujuh tahun, berusaha untuk mengatur empat pertandingan Ligue 2 ketika klubnya berjuang menghindari degradasi pada musim lalu.

Nimes dapat melakukan banding terhadap keputusan ini kepada federasi sepak bola Prancis (FFF).

"Kami mencela Conrad yang berusaha untuk mengatur sejumlah pertandingan dan menodai etika-etika olahraga," kata Deneux. "Itu merupakan kekerasan terhadap moralitas." Pemilik saham utama Nimes Serge Kasparian mendapat skors sepuluh tahun.

"Saya terkejut. Klub ini mendapat sanksi dari tindakan-tindakan mantan presidennya," kata presiden Nimes saat ini Christian Perdrier pada konferensi pers seperti dikutip sejumlah media Prancis.

Satu-satunya cara mereka dapat terhindar dari terdegradasi ke divisi ketiga adalah jika mereka memenangi promosi ke kompetisi strata tertinggi yang membuat mereka akan bertahan di Ligue 2.

Nimes menghuni peringkat kedelapan di klasemen, terpaut tujuh angka dari zona promosi.

Pertandingan-pertandingan yang berupaya diatur Conrad adalah saat mereka melawan CA Bastia, Dijon, Caen, dan Creteil, kata Deneux.

Empat orang mendapat skors dengan rentang waktu hukuman beraneka ragam dari dua bulan sampai dua tahun atas keterlibatan mereka dalam upaya-upaya pengaturan pertandingan.

Tujuh pertandingan yang melibatkan Nimes diseliidiki oleh LFP, yang mengataka para ofisial dari seluruh klub terkait -- Caen, Creteil, Djion, Istres, Bastia, Brest, Nimes, dan Laval -- telah diminta untuk memberikan bukti.

Conrad ditahan pada November silam dengan tuduhan berupaya mengatur hasil pertandingan antara Nimes dan Caen di musim lalu.

Pertandingan pada Mei itu berakhir imbang 1-1, yang sudah cukup untuk mempertahankan Nimes di Ligue 2, sedangkan Caen telah mengamankan promosi ke kompetisi strata teratas.

Pada sisi judisial, dakwaan-dakwaan pendahuluan diajukan terhadap Conrad dan presiden Caen Jean-Francois Fortin, yang oleh LFP dinyatakan bersih.

Bagaimanapun, kedua prosedur dijalankan terpisah dan tidak bergantung satu sama lain.

Olympique de Marseille didegradasi ke divisi kedua pada 1994 karena skandal pengaturan pertandingan pada musim 1992/1993. Mereka juga kehilangan mahkota juara liga 1993nya. (AY)

.

Categories:Musik,
Tags:,