Warga Korban Banjir Dikecewakan Jokowi

Warga Korban Banjir Dikecewakan Jokowi

ilustrasi. (Net)

Indramayu - Warga korban banjir di Kabupaten Indramayu merasa dikecewakan Presiden Jokowi. Pasalnya, warga yang sudah lama menunggu sejak pagi, sedianya bisa menyampaikan langsung keluh kesah mereka usai panen raya, ternyata harus gigit jari lantaran Jokowi batal singgah.
 
Sebelumnya, warga berharap dengan kehadiran Presiden di tengah korban banjir bisa melihat langsung kondisi sebenarnya, dan mampu mempercepat proses perbaikan tanggul jebol guna penanganan pascabencana. Namun, apa yang mereka ingin sampaikan tidak kesampaian.
 
Salah satu keluhan warga tersebut disampaikan Abdul Muis. Ia bersama warga lainnya kecewa lantaran Jokowi batal singgah ke Blok Pilangsari, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, untuk mengecek kondisi jebolnya Tanggul Sungai Cimanuk yang hancur sepanjang 120 meter.
 
 "Tolong dengarkan curhatan kami, Pak Presiden. Ini persoalan serius. Bukan hanya persoalan bantuan paket sembako," kata Muis, Rabu (18/3).
 
Hal senada diungkapkan Jahro yang menyatakan, sudah tiga hari ini warga berdiam di tenda darurat. Makan dan minum seadanya, serta mengenakan satu baju yang kering di badan. Bila bertemu Jokowi, Jahro hanya ingin menyampaikan pesan pekerjaan penanganan tanggul agar tidak dikerjakan asal-asalan.
 
"Kurang dari lima tahun lalu, tembok penahan tanggul dikerjakan dengan dana miliaran rupiah. Namun yang miliaran rupiah itu kini ambles juga, terseret derasnya arus sungai," katanya dengan nada kesal.
 
Warga berharap, agar jebolnya tanggul Cimanuk yang telah terjadi untuk keduakalinya sejak 1971, tidak akan terjadi lagi untuk kesekiankalinya di masa mendatang. Dengan catatan pengerjakan tanggul dilakukan tidak asal-asalan. Sebab, jika sudah seperti ini, warga pula yang harus menanggung deritanya.
 "Bila ada ‘begal’ anggaran perbaikan tanggul, kita tenggelamkan saja ke (sungai) Cimanuk," tegasnya.
 
Banjir yang merendam ribuan rumah warga, juga mengakibatkan 16 rumah warga roboh. Kebanyakan rumah roboh itu berada di lokasi yang dekat dengan titik awal jebolnya tanggul Cimanuk. Belasan rumah rusak itu dibangun tidak jauh dari tembok penahan tanggul yang patah dan terkikis arus.
 
"Untuk jumlah rumah rusak di Pilangsari ini, semuanya berjumlah 16 unit rumah. Kami pun sedang mengupayakan perbaikan atas kerusakan rumah itu," kata Camat Jatibarang Dedi Darpadi. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,