Kekhawatiran Sejumlah Sekolah Soal UN CBT

Kekhawatiran Sejumlah Sekolah Soal UN CBT

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta-Para kepala sekolah sejumlah SMK Negeri di Jakarta yang siswanya bakal menjalani UN CBT (Ujian Nasional Computer Based Testing) April 2015 ini,  mengaku khawatir pelaksanaan UN CBT itu akan terganggu, mengingat energi  listrik merupakan sumber utama lancarnya pelaksanaan UN CBT tersebut.`Kekhawatiran tersebut diakui, Kepala Sekolah SMKN 6 Jakarta, Sudiono. Menurutnya, jika siswa telat menyimpan data, maka siswa tersebut harus mengerjakan soal UN dari awal.

Namun, jika   tersedia perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply), maka pelaksanaan UN CBT dapat berlangsung dengan lancar dan berhasil.

“Bila di sekolah-sekolah sudah tersedia UPS pasti aman pelaksaaan UN nya. Tapi, belum banyak sekolah yang memiliki UPS,” terang Sudiono, Rabu (18/3/2015) di tempatnya berkerja di Jakarta.Uninterruptible Power Supply, seperti kepanjangannya adalah perangkat yang memberikan suplai daya listrik yang tidak akan terputus kalau jaringan listrik PLN mati.Dalam kesempatan itu,  Sudiono menginformasikan, dari data Dinas Pendidikan DKI Jakarta bahwa  26 SMKN yang akan testing UN CBT, hanya ada lima sekolah yang telah tersedia UPS di sekolahnya. “Bagi sekolah yang belum punya, ada kekhawatiran tersebut,“ jelas Sudiono. 

 

Selain pasokan listrik, Sudiono juga mengkhawatirkan ketersediaan jaringan internet pada saat pelaksanaan ujian. "Itu ada jaminan tidak terputus selama ujian berlangsung?" keluh Sudiono. Sementara itu, praktisi Teknologi Informasi Komputer (TIK) Michael Sunggiardi memberikan penjelasan mengenai keterkaitan UPS Komputer dan pasokan listrik yang stabil. Data-data penting seperti halnya UN CBT bila belum terekam dengan baik dan pasokan listrik mati, maka data-data tersebut bisa hilang.“Server dan peralatan komputer membutuhkan pasokan listrik yang kontinyu agar dapat bekerja dengan optimal, karena komponen komputer terdiri dari komponen aktif yang bekerja berdasarkan listrik statis, dimana akan hilang memorinya kalau listrik mati mendadak karena belum sempat direkam ke harddisk. Demikian juga harddisk, akan rusak datanya kalau di tengah jalan proses penulisan data pasokan listriknya mati,” ujar Michael Sunggiardi, panjang lebar. (Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,