Faktor Ekonomi Penyebab Maraknya Nikah Siri 'Online'

Faktor Ekonomi Penyebab Maraknya Nikah Siri 'Online'

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, ada dua faktor penyebab munculnya fenomena nikah siri online di Indonesia. Salah satunya karena faktor ekonomi.
 
Diketahui, penyedia nikah siri online dapat meraup uang jutaan rupiah dengan menyediakan layanan itu. Padahal, sesungguhnya seseorang dapat menjalankan pernikahan tanpa mengeluarkan sepersen pun uang, jika ingin datang langsung dan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).
 
"Ini karena ada orang yang mau mencari keuntungan. 'Kan usaha itu bayarannya mahal. Saya dengar bayarnya bisa Rp 2,5 juta. Padahal, kalau di KUA tidak bayar. Kecuali, kepala KUA datang itu pun hanya bayar Rp 600 ribu," kata Ketua MUI, Amidhan Shaberah di Jakarta, Kamis (19/3).
 
Maraknya nikah siri online juga terjadi karena niatan seseorang memiliki istri lebih dari satu atau ingin menikah lagi, tapi tidak mendapatkan persetujuan dari istri terdahulunya. Tindakan nikah siri online, sesungguhnya telah melanggar hukum, Undang-undang tidak menganjurkan, atau memperbolehkan seseorang melakukan nikah siri.
 
Senada dengan Sekertaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, yang menilai faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena nikah siri online. Faktor inipun tidak hanya dialami dari kaum pria tetapi dari kaum wanita yang memang secara ekonomi tak berkecukupan.

"Banyak orang yang memanfaatkan tren sosial budaya, termasuk pernikahan sebagai peluang bisnis. Banyak orang kaya baru yang cenderung hidup boros dan foya-foya dengan nikah siri. Banyak perempuan yang karena alasan ekonomi mau jadi istri siri. Tidak ada ikatan cinta kasih, dan tujuannya semata karena materi," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,