Pengrajin Boneka Masih Sepi Pesanan Surili

Pengrajin Boneka Masih Sepi Pesanan Surili

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Sejumlah pengrajin boneka di kawasan Cigondewah dan Margahayu Kabupaten Bandung masih sepi order boneka yang juga maskot PON XIX/2016 "Surili" meski perhelatan olahraga tingkat nasional itu tinggal setahun lagi.


"Belum ada Order maskot PON XIX/2016, padahal tinggal setahun lagi. Padahal PON-PON di luar Jawa sekalipun biasanya selalu order ke pengrajin di sini," kata Dini (40) perajin boneka di Kampung Cedok, Kelurahan Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Kamis (19/3/2015).

Menurutnya, pihak pemesan akan mengorder boneka maskot dalam jumlah banyak jika hari-hari menjelang hari-hari terakhir menjelang PON XIX/2016.

"Sebenarnya kita bisa membuat puluhan ribu boneka maskot, tapi pihak pemesan biasanya mengorder secara mendadak, jadi tidak tidak bisa dalam jumlah besar," kata Dini.

Ia sudah beberapa kali diminta membuat sampel boneka Surili oleh para pemesan dari ormas-ormas maupun individu. Namun, hal tersebut tidak ia lakukan karena pihaknya hanya membuat boneka dalam jumlah besar.

"Kami tunggu orderan saja. Kalau langsung bikin riskan, bonekanya mau dijual ke mana. Soalnya itu barang maskot bukan barang kodian," kata Dini.

Sebelumnya, Dini pernah membuat boneka maskot PON XVIII/2012 Riau pada 2012. Saat itu ia membuat sebanyak enam ribu boneka maskot PON Riau, Burung Serindit dengan Rp50 ribu per buah.

Meski banyak perajin boneka yang menjiplak boneka lain di toko, Dini mengaku menciptakan boneka dari kreasi sendiri dan dari pesanan pelanggan.

"Kadang-kadang ada pembeli yang mesen, mau boneka seperti apa, kita buat. Kalau boneka itu laku, kita teruskan pembuatannya," katanya.

Produk boneka yang disukai konsumen adalah berupa karakter kartun seperti Hello Kitty dan Doraemon. Selain itu, ia juga membuat boneka berbentuk bantal dengan print foto yang dapat dirancang sendiri yang populer di kalangan dewasa. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,