Disnakertrans Jabar Prihatin Penyalahgunaan Izin Kerja

Disnakertrans Jabar Prihatin Penyalahgunaan Izin Kerja

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat prihatin bila ada penyalahgunaan izin kerja di luar negeri yang dijadikan jalan bergabung dengan kelompok ISIS.


"Sangat memprihatinkan sekali dan jelas ini menjadi masalah bersama untuk mengatasinya. Kami berharap tidak terjadi lagi di masa depan," kata Kepala Disnakertrans Jabar Hening Widiatmoko di Bandung, Kamis (19/3/2015).

Menurut Hening, berdasarkan laporan beberapa WNI hilang di Turki yang diduga menyeberang ke Suriah untuk bergabung ISIS itu berasal dari Jabar. Ia sendiri tidak bisa berbuat banyak karena pengiriman tenaga kerja ke luar negeri melibatkan banyak pihak.

Hening menyebutkan, ke depan perlu dilakukan upaya-upaya konkret agar kasus tersebut tidak terulang lagi dan menjadi bola salju yang bisa menjadi bumerang.

"Ya perlu penanganan seksama dan harus tuntas, kami tidak berharap jalan untuk mencari kerja ditumpangi oleh niat lain. Itu tidak boleh terjadi lagi," kata Hening.

Ia menyebutkan, sejak beberapa tahun lalu tidak ada pengiriman tenaga kerja ke negara konflik di Timur Tengah, salah satunya Suriah.

"Sudah jelas tidak ada pengiriman ke Suriah sejak beberapa waktu lalu," katanya.

Ia berharap adanya edukasi di masyarakat untuk menghindari adanya penyalahgunaan izin bekerja di luar negeri yang menjadi jalan untuk niat lain yang bisa merugikan bangsa dan negara.

"Ya edukasi di masyarakat perlu ditingkatkan lagi termasuk penjelasan terkait isu ISIS. Kami berharap hal ini tidak menjadi masalah bagi ketenagakerjaan ke depan," kata Hening Widiatmoko.

Ia menyebutkan, saat ini tenaga kerja asal Jabar yang bekerja di luar negeri cukup besar, yakni di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, UEA, Yaman, kemudian di Malaysia, Jepang, Korea dan sejumlah negara lainnya.(AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,