150 Rumah di Mataram Terendam Banjir

150 Rumah di Mataram Terendam Banjir

Akibat air sungai meluap, rumah-rumah penduduk terendam banjir.(Foto:Net)

Mataram - Sebanyak 150 rumah warga di Lingkungan Batu Ringgit, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat terendam banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter akibat meluapnya saluran air di wilayah itu. 

"Hujan deras yang terjadi pada Kamis petang (19/3), menyebabkan 150 warga di Lingkungan Batu Ringgit terendam banjir," kata Camat Sekarbela Hariadi di Mataram, Jumat (20/3/2015).

Ia mengatakan dengan ketinggian air yang mencapai satu meter tersebut, warga langsung dievakuasi ke masjid dan ke rumah-rumah penduduk yang tidak terkena banjir.

"Warga diungsikan ke masjid dan ke rumah warga yang tidak terkena banjir tetapi hanya semalam, karena pada pagi tadi air di rumah penduduk sudah surut sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Hariadi mengatakan, saat ini kondisi warga masih relatif aman dan langsung beraktivitas membersihkan rumah masing-masing dari sisa-sisa banjir tersebut.

"Saat ini, tim dari Dinas Pekerjaan Umum masih melakukan penangkatan sedimen dan sampah yang menjadi salah satu penyebab tidak lancarnya air pada saluran," katanya.

Menurut dia, ketika banjir terjadi tadi malam tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram bersama warga melakukan evakuasi warga ke masjid dan rumah penduduk yang tidak terkena banjir serta membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka, seperti barang-barang elektronik.

Lokasi evakuasi, katanya, sekaligus berfungsi sebagai posko penanganan bencana bagi warga. Di posko terdapat tim Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang dievakuasi.

Selain itu, kata dia, dari BPBD bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta perhimpunan dari warga Tionghoa datang menyalurkan bantuan sembako, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

"Mereka juga membawa karung untuk diisi pasir dan digunakan menutup sumber air guna mencegah air masuk ke rumah penduduk," katanya.

Hariadi mengakui, banjir yang terjadi saat ini merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu, sehingga ketika hujan lebat terjadi di hulu dan hilir maka debit air tidak dapat tertampung pada saluran yang ada, belum lagi sampah dan sedimen kiriman.

"Oleh karena itu, hari Minggu (22/3) kami akan melakukan gotong royong bersama warga dan TNI/Polri untuk melakukan normalisasi saluran air di Sekarbela, Karang Pule dan Batu Dawe yang menjadi saluran utama penyebab banjir," katanya. 

Sebelumnya pada Rabu malam (11/3) sekitar 84 rumah warga Lingkungan Batu Ringgit juga terrendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.(Ode)**

.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,