Warga Bali Borong Sembako untuk Persiapan Nyepi

Warga Bali Borong Sembako untuk Persiapan Nyepi

Ilustrasi.(Foto:Net)

Denpasar - Warga Bali umumnya membanjiri toko-toko atau pusat perbelanjaan di Denpasar, untuk membeli barang keperluan dan kebutuhan pokok sehari-hari. Baik itu makanan atau minuman, dalam rangka mempersiapkan datangnya hari raya Nyepi, Sabtu 21 Maret 2015.
 
Pada Sabtu ini, warga dilarang ke luar rumah saat perayaan Nyepi, sehingga warga beramai-ramai menyetok aneka kebutuhan sehari-hari. Beberapa pusat grosir dan pertokoan, minimarket dibanjiri oleh para pembeli, yang kebanyakan memborong sembako ataupun makanan dan minuman.
 
"Selama dua hari ini, pembeli cukup banyak, rata-rata mereka membeli kebutuhan sembako untuk persiapan Hari Nyepi," kata Ariyatin, pedagang grosir UD Saza Purbaya di Jalan Darmasabha, Badung, Jumat (20/3).
 
Memang setiap kali perayaan Nyepi, warga senantiasa membeli barang atau sembako dalam jumlah lebih besar, untuk keperluan stok di rumah. Meski terjadi lonjakan permintaan barang kebutuhan, sejauh ini tidak sampai terjadi kelangkaan stok. Jadi, semua bisa dilayani dengan baik.
 
Seorang warga Denpasar, Anie mengaku, dirinya menyetok makanan dan minuman untuk bekel nyepi, mengingat selama 24 jam dilarang beraktivitas di luar rumah. "Tahun ini libur Nyepi ada di rumah, jadi saya stok makanan dan minuman cukup untuk dua hari ke depan lah," katanya.
 
Karena tidak ada hiburan apalagi televisi dan radio juga tidak siaran selama Nyepi, sehingga biasanya untuk menghilangkan kejenuhan dengan bermain di rumah. Untuk itu jangan sampai kehabisan makanan atau minuman.
 
Sebagian besar toko di Denpasar sudah tutup sejak H -1 Nyepi, kecuali pusat perbelanjaan dan grosir yang sebagian buka setengah hari. Demikian juga perkantoran, pusat bisnis hingga SPBU sebagian besar sudah tutup siang tadi. "Kalau kami tutup pukul 18.00 Wita," ujar seorang petugas SPBU di Jalan Dewi Sri, Kuta. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,