Rakyat Tunisia Demo Antiteroris di Hari Kemerdekaan

Rakyat Tunisia Demo Antiteroris di Hari Kemerdekaan

Rakyat Tunisia Demo Antiteroris di Hari Kemerdekaan

Tunis - Ratusan warga Tunisia berkeliling ibukota Tunis, selain untuk memperingati 59 tahun kemerdekaan negara itu dari Perancis, juga untuk menentang aksi terorisme. Sebelumnya, terjadi serangan di museum nasional Bardo yang menewaskan 25 Orang, 20 korban di antaranya merupakan wisatawan asing.
Dikutip dari BBC, Sabtu (21/3/2015) Presiden Tunisia  Beji Caid Essebsi juga mendesak rakyatnya untuk bersatu melawan terorisme. "Kami tidak akan menang jika tidak bersatu," kata Essebsi dalam pidato nasional menandai 59 tahun kemerdekaan Tunisia dari Perancis.
Radio Vatikan melaporkan, Paus Fransiskus mengirimkan sepucuk surat kepada uskup agung Tunisia, berisi kecaman atas serangan itu. Serta menyebutnya sebagai tindakan yang bertentangan dengan perdamaian dan kesucian hidup manusia. Surat itu juga berisi doa untuk para keluarga, korban dan rakyat Tunisia.
Dilansir dari VOA News, Kementerian Luar Negeri Polandia hari Jumat lalu juga mengumumkan bahwa korban tewas dari negaranya kini menjadi tiga orang. Sepuluh warga Polandia lainnya terluka dalam penembakan massal tersebut. Setidaknya dua pelaku serangan yang diklaim didalangi ISIS itu telah dilumpuhkan oleh pasukan keamanan. Sedangkan kaki tangan mereka masih diburu.
Seorang pejabat tinggi Libya, Rafik Chelli mengatakan dalam wawancara TV bahwa kedua laki-laki bersenjata yang tewas, diidentifikasi sebagai Yassine Laabidi dan Hatem Khachnaoui. Mereka diyakini pernah mengikuti pelatihan senjata di Libya, setelah meninggalkan Tunisia secara ilegal pada bulan Desember. "Para pelakunya mengenakan seragam mirip militer ketika mereka memburu dan mengejar para turis di Museum Nasional Bardo," kata Perdana Menteri Tunisia Habib Essid.

Sejauh ini sudah ada 9 orang yang ditangkap setelah insiden tersebut. Mereka diduga kuat terlibat dalam penyerangan di Museum Bardo. Pascapenyerangan tersebut, dua jalur pelayaran ke Tunisia ditangguhkan. Peraturan itu berlaku sejak Kamis 19 Maret. Setelah 17 penumpang dari jalur pelayaran Mediterania dengan kapal pesiar Costa Crociere dan MSC Cruises tewas dalam serangan di Museum Bardo.
MSC mengatakan, 12 dari para tamu tewas, yakni tiga orang Perancis, tiga Jepang, dua Spanyol, dua Kolombia, satu Inggris dan satu Belgia. Sementara dari Costa ada lima penumpangnya yang tewas, empat Italia dan Rusia. Selain itu, MSC melaporkan 13 penumpang terluka, sedangkan Costa melaporkan delapan orang terluka.
Baik MSC dan Costa meninggalkan Tunisia dengan penumpang yang tersisa, menuju Barcelona dan Palma de Mallorca. Pihak Costa mengatakan akan menyediakan tiket pesawat untuk para penumpang yang tak ingin melanjutkan perjalanannya dengan kapal pesiar mereka.  MSC menangguhkan perjalanan untuk berlabuh ke Tunisia selama sisa musim panas 2015 dan menyandarkan kapalnya di Malta, Palma de Mallorca, Sardinia atau Corfu, Yunani. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,