Global Youth Festival Ajak Kaum Muda Percaya Diri

Global Youth Festival Ajak Kaum Muda Percaya Diri

Sacha Stevenson saat menjadi Speaker di Global Youth Festival. (Foto : ADE)

Bandung – Bule keturunan Kanada, Sacha Stevenson di undang sebagai speaker di acara "Global Youth Festival" yang digelar AIESEC Bandung di Aula Timur ITB, Jl. Ganesha, Kota Bandung, Jumat (20/3/2015).

Dihadapan ratusan pemuda Bandung, Sacha berbagi cerita menarik seputar pengalamannya selama 14 tahun merantau di Indonesia. Pembicara lain, Gisella Thiofanny yang pernah menjadi Ambassodor di negara Lithuania dan seorang pembicara pria.

 

Menurut Sacha Stevenson yang juga seorang Youtuber, dirinya mempunyai banyak pengalaman unik dan menarik selama menjelajah dan mengenal berbagai daerah di Indonesia.

 

“Mulai dari cerita belajar jongkok di WC, hingga cara mencuci baju dan piring di sungai sudah saya alami. Dari pengalaman saya selama 14 tahun di Indonesia, berbagai pelajaran berharga sering didapat, seperti bagaimana cara hidup susah dengan keterbatasan hingga mengenal berbagai karakter dan sifat orang di Indonesia,” ucap Sacha Stevenson pada acara Global Youth Festival di Aula Timur ITB, Jl. Ganesha, Kota Bandung Jumat (20/3).

 

Dari mengenal dan melihat berbagai karakter unik & menarik yang dijumpai di Indonesia, Sacha mengomentarinya dengan membuat berbagai video kritikan baik bertema sosial atau pun fenomena politik yang sedang hangat terjadi.

 

“Dari video yang aku upload ke YouTube pasti menuai komentar baik dan buruk, pandangan baik atau buruk itu hak yang menonton. Intinya di video itu tidak ada maksudnya menyudutkan sesuatu atau berbau rasis, hanya untuk lelucon saja dalam mengkritisi sesuatu,” cetus Sacha.

 

Sacha mengaku, saking sering bergaulnya dengan orang Indonesia, teman bulenya banyak yang menilai Sacha sudah tidak kelihatan lagi bulenya.

 

“Teman-teman saya yang bule banyak bilang bahwa saya selama 14 tahun di Indonesia membawa perubahan tersendiri, saya sudah tidak terlihat lagi bulenya,” aku Sacha.

 

Sacha Stevenson di pilih sebagai speaker di acara Global Youth Festival karena Sacha mempunyai banyak pengalaman menarik dan berharga yang di dapat di luar negaranya, ini bisa menjadi spirit bagi para pemuda yang ingin menjadi Global Youth Ambassador.

 

Global Youth akan memberikan tugas bagi setiap Ambassadornya untuk menjadi speaker di negara lain mengenai berbagai hal, baik masalah kesehatan, sosial, hingga bahasa dan kebudayaan.

 

Sementara pembicara lain, Gisella Thiofanny mengatakan “Kelebihan menjadi Global Youth Ambassador, maka setiap pemuda Indonesia bisa mempresentasikan dan promosikan keunggulan Indonesia di luar negeri,” cetus Gisella Thiofanny yang pernah menjadi Ambassodor di negar Lithuania.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,