Gunakan Rupiah dalam Setiap Transaksi Keuangan

Gunakan Rupiah dalam Setiap Transaksi Keuangan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) mengampanyekan penggunaan mata uang rupiah dalam setiap transaksi keuangan.

"Ada sebuah ironi, kenapa kita tidak percaya pada mata uang sendiri. Mata uang kita harus minimal berdaulat di wilayahnya sendiri," kata Sekretaris Jenderal Gapensi Andi Rukman Karumpa dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Kampanye yang dilakukan pihaknya kepada para anggota Gapensi diharapkan juga dapat berkontribusi dalam mengembalikan kepercayaan publik di Tanah Air pada mata uangnya sendiri.

Ia memaparkan gencarnya imbauan Gapensi kepada anggotanya agar menggunakan rupiah dalam setiap transaksi memiliki target agar minimal rupiah berdaulat dahulu di Gapensi.

Andi Rukman mengatakan bahwa kedaulatan rupiah ini sudah memiliki landasan hukum, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Penggunaan Rupiah dalam setiap transaksinya.

"Menurut Pasal 21 ayat (1) UU 07/2011, rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang atau transaksi keuangan lainnya, yang dilakukan di wilayah negara kesatuan republik Indonesia," ucapnya.

Sekjen Gapensi mengemukakan bahwa pihaknya optimistis rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat mengingat beberapa indikator ekonomi nasional menunjukkan kinerja positif, antara lain membaiknya sisi fiskal, menurunnya tingkat inflasi, adanya suplus perdagangan awal tahun, serta mulai masuknya aliran modal.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menginginkan pemerintah dapat mengerahkan berbagai upaya yang diperlukan untuk menstabilkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kami berharap pemerintah bisa menjaganya (nilai rupiah) sesuai target yang ada dalam APBNP 2015 yang dipatok sekitar Rp12.000,00--Rp12.500,00 per satu dolar AS," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto.

Dengan demikian, menurut Yugi, baik pengusaha yang berorientasi ekspor maupun pengusaha yang berorientasi impor, saling bisa menikmati keuntungan yang layak.

Untuk itu, kata dia, Kadin mendukung Menkeu dan Bank Indonesia dalam mengendalikan nilai mata uang rupiah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah juga harus tetap memiliki pemahaman utuh dalam mengendalikan nilai rupiah.

"Kami mengingatkan dengan keras kepada pemerintah, jangan ada lagi 'statement' (pernyataan) yang mengatakan bahwa kita masih aman di bawah Rp15 ribu. Pasalnya, spekulan akan bermain lagi untuk memainkan kurs rupiah," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Kadin menegaskan pada intinya, pelaku usaha menginginkan kurs rupiah yang stabil, tetapi harus ada kejelasan sampai di level berapa angka rupiah tersebut. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,