Menkes : Tidak Ada Pemeriksaan Kesehatan Secara Khusus bagi Jemaah Haji

Menkes : Tidak Ada Pemeriksaan Kesehatan Secara Khusus bagi Jemaah Haji

Seorang Dokter Memeriksa Jamaah Haji. (Foto: Net)

Jakarta - Pemerintah tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara khusus kepada jemaah haji Indonesia, yang mulai kembali ke Tanah Air terkait dengan meluasnya virus Ebola di beberapa negara, kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

"Arab Saudi bukan negara yang terjangkit Ebola, sehingga jemaah haji yang usai menjalankan ibadah tidak perlu mendapat pemeriksaan kesehatan secara khusus saat datang nanti," kata Nafsiah kepada pers sebelum rapat Tim Koordinasi Pariwisata Lintas Sektoral di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (09/10/2014).

Menurut Nafsiah, mengingat jemaah haji Indonesia selama ini hanya berada di Arab Saudi dan tidak jalan-jalan ke Afrika berarti resiko untuk tertular penyakit mematikan tersebut sangat kecil.

Namun, katanya, kalau ada jemaah haji yang jalan-jalan ke daerah yang banyak terpapar ebola, maka pemerintah harus mewaspadai dan hati-hati mengingat kemungkinan tertular sangat besar.

"Tapi alhamdulillah sampai sekarang ini kami tak mendapat laporan ada jemaah haji yang tertular Ebola," katanya.

Namun demikian, tegas Nafsiah, jika ada jemaah haji yang tiba di tanah Air dan diketahui mengidap demam tinggi, maka besar kemungkinan akan diperiksa lebih intensif. "Kalau prosedur pemeriksaan seperti itu sebenarnya sudah dilakukan kepada siapa saja," katanya.

Pemeriksaan secara khusus, katanya, justru dilakukan terhadap kapal yang tiba di Indonesia setelah berlayar dari negara-negara Afrika. "Kita harus hati-hati kalau ada kapal dari Afrika yang datang dan petugas kesehatan akan naik kapal untuk memeriksa penumpang. Kalau mereka sehat baru boleh turun," kata menkes.

Pemulangan jemaah haji reguler Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air dimulai Kamis ini dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi.

Menurut jadwal pemulangan jemaah haji Indonesia, kelompok terbang (kloter) pertama yang akan berangkat adalah kloter satu embarkasi Padang pada Kamis pukul 08.20 waktu setempat.

Menurut jadwal, Kamis akan diberangkatkan 10 kloter yakni masing-masing kloter 1 dari embarkasi Padang, Makassar, Pondok Gede Jakarta, Lombok, Medan, Batam, Bekasi, Surabaya dan kloter dua Solo.

Jumlah jemaah haji reguler Indonesia yang berangkat adalah 154.467 orang dari kuota 155.200 orang, karena ada yang sakit atau sebab lainnya menjelang keberangkatan. Selain itu juga ada sekitar 13.800 jemaah haji khusus (dulu ONH plus).

Pemulangan jemaah haji ke Indonesia akan berakhir pada 6 November 2014. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:haji,