Hari Air Sedunia, Pengelolaan Air di Jakarta Masih Buruk

Hari Air Sedunia, Pengelolaan Air di Jakarta Masih Buruk

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Di saat perayaan Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret hari ini, warga Jakarta justru diancam banjir setiap hujan turun. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk segera memperbaiki pengelolaan air Jakarta.
 
"Hari Air Sedunia ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan pengelolaan air, agar Jakarta tidak selalu banjir. Saat ini pengelolaannya masih buruk," kata Manajer Penanganan Bencana Eksekutif Nasional Walhi Mukri Fitriana, Minggu (22/3).
 
Menurutnya, buruknya pengelolaan air di Jakarta terlihat dari minimnya daerah resapan air, yang membuat Jakarta selalu banjir ketika hujan. "Ini buruk sekali. Bahkan sampai sekarang banjir dianggap biasa. Buruknya pengelolaan air juga bisa dilihat dari layanan saluran air bersih yang minim, khusunya di Jakarta Utara,” kata Mukri.
 
Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Jumat lalu membuat sejumlah wilayah di Jakarta kebanjiran. Hingga Sabtu malam, banjir masih melanda Kampung Pulo dan Kelurahan Petogogan Jakarta Selatan. Dua wilayah ini selalu menjadi langganan banjir ketika hujan turun. 
 
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga mewaspadai potensi banjir hari ini. Kepala Seksi Informatika BPBD DKI Bambang Surya Putra mengatakan, warga harus mematikan listrik jika air sudah masuk ke permukiman,untuk mencegah korban terkena strum.
 
Warga juga diminta segera mengungsi dan mengamankan barang masing-masing meski banjir belum parah, karena jika hujan berlangsung lama tinggi air berpotensi meninggi.  Sebagai antisipasi, saat ini BPBD sudah mempersiapkan bantuan logistik dan perahu karet juga sudah siap dikirim ke lokasi rawan banjir. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,