Hari Kehutanan Sedunia Momentum Kembalinya Kearifan Lokal

Hari Kehutanan Sedunia Momentum Kembalinya Kearifan Lokal

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Hari Kehutanan sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2015 diharapkan menjadi momentum kembalinya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.


"Penduduk asli Sunda yang masih memperhatahankan hutan dengan baik sudah menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal memegang peranan penting," kata Divisi Infokom Dewan Pemerhati Kehutanan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Taufan Suranto di Bandung, Minggu (22/3/2015).

Ia mencontohkan masyarakat Baduy yang terbukti hingga saat ini masih melindungi hutan dengan nilai Patan Jala dimana mereka menyadari hutan terhubung dengan sungai dan sumber air.

Menurut dia sebagian masyarakat sudah mulai melupakan nilai-nilai kearifan tersebut sehingga menjarah dan mengalihfungsikan hutan untuk kepentingan bisnis serta pribadi.

Pemerintah, kata Taufik juga tidak luput dari penyebab banyaknya kerusakan hutan karena oknum-oknumnya mengeluarkan izin dan wewanang pada pengalihan fungsian hutan.

"Kami juga mengkritisi oknum-oknum pemerintah yang mengganti fungsi hutan menjadi lahan produksi. Padahal yang dibutuhkan adalah hutan lindung bukan hutan produksi," katanya menambahkan.

Taufik mengatakan di pulau Jawa perlu dibuat sebanyak-banyaknya hutan lindung untuk mengimbangi pertambahan penduduk dan kebutuhan masyarakatnya akan air dan udara bersih.

DPKLTS sendiri mencoba mengedukasi masyarakat agar kembali kepada nilai-nilai kearifan lokal tersebut dengan mengadakan kegiatan yang bertujuan melestarikan hutan dan fungsinya.

"Program Jaga Seke adalah gerakan penyelamatan mata air tatar Sunda. Masyarakat perlu diedukasi bahwa ketika makin sedikitnya hutan lindung maka mata air akan hilang," kata Taufan.

Ke depan, Taufik berharap pemerintah serta masyarakat bahu membahu mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya agar ekosistem hutan dan habitat hewan bisa terjaga dengan baik.

Hari kehutanan sedunia diperinggati setiap tanggal 21 Maret yang berdasarkan resolusi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 28 November 2012 mengenai visi misi kehutanan dalam upaya mencari strategi berkaitan dengan perubahan iklim di dunia saat ini. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,