Penanggulangan Kebutaan Bisa Menghantam Kemiskinan

Penanggulangan Kebutaan Bisa Menghantam Kemiskinan

Direktur Utama RS Mata Cicendo saat memasangkan pin pada pasien katarak (foto Wa Ode)

BandungDalam rangka Hari Penglihatan Sedunia, yang jatuh pada hari ini,   Direktur Utama Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo, Hikmat Wangsaatmadja mengatakan, pananggulangan kebutaan di  dunia bisa menghantam kemiskinan, termasuk di Indonesia. Hikmat mengatakan hal tersebut berdasarkan data dari WHO. 
 
"Karena itu penyebab kemiskinan di Indonesia adalah kebutaan. Bisa dibayangkan bila tidak dapat melihat, bisa membuat siapa pun yang mengidap sakit mata akan mengalai rintangan untuk menjalankan aktivitasnya," ujar Hikmat diacara jumpa pers di RS Mata Cicendo Bandung, Kamis (9/20/2014). 
 
Menurutnya, kemiskinan adalah penyebab orang tidak bisa berobat. "Akibatnya miskin tersebut diyakini tidak memiliki uang untuk berobat. Karena miskin pula keterbatasan untuk mencari informasi tentang kebutaan yang dialami. Padahal jika saja mau bertanya pasti ada jalannya," katanya.
 
Di Jawa Barat, kata Hikmat penderita sakit mata akibat katarak blukoma dan lainnya cukup tinggi. "Seharusnya penyakit katarak bukan penghalang lagi untuk tidak bisa disembuhkan. Kubutaan itu ada dua macam, ada yang memang tidak ada matanya dan kedua akibat katarak dan sejenignya, karena sudah bisa disembuhkan seharusnya Indonesia ini tak ada lagi orang yang buta, sehingga tak ada lagi kemiskinan," ungkap Hikmat.(Ode)**
.

Categories:Nasional,