Pemalsu PK Gasibu Divonis Dua Tahun

Pemalsu PK Gasibu Divonis Dua Tahun

Bandung - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada terdakwa Ridha Faridha Rukmiati Siti dalam perkara penggunaan surat palsu novum peninjauan kembali (PK) pada kasus lahan Gasibu Bandung.


"Mengadili, menyatakan terdakwa Ridha Faridha Rukmiati Siti Jubaedah secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana turut serta telah menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan. Sehingga menjatuhkan pidana karenanya, dengan pidana penjara selama dua tahun," kata Ketua Majelis Hakim Djoko Indiarto, di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (23/3/2015).

Djoko menuturkan terdakwa Ridha terbukti melakukan kesalahan sesuai dengan dakwaan subsider pasal 263 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Vonis yang diberikan untuk terdakwa oleh hakim, jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut terdakwa dihukum selama lima tahun penjara.

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya dalam menjatuhkan vonis tersebut seperti hal memberatkan ialah perbuatan terdakwa dinilai meresahkan dan terdakwa tampak tidak memiliki penyesalan.

"Sementara hal yang meringankan ialah terdakwa bersikap sopan selama persidangan, tidak pernah dihukum dan masih memiliki tangguan keluarga," kata dia.

Pemprov Jabar Banding Sementara itu, Pemerintah provinsi Jawa Barat menyatakan kurang puas dengan putusan hakim yang menghukum terdakwa Ridha selama dua tahun penjara.

Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum (HPU) Setda Pemprov Jabar Ruddy R Gandakusumah mendorong Tom Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan banding atas vonis tersebut.

Ia menilai vonis yang dijatuhkan majelis hakim terlalu ringan dan tidak sesuai harapan karena tidak sampai 2/3 dari tuntutan.

"Sehingga kami berharap putusan hakim di tingkat Pengadilan Tinggi nanti sesuai tuntutan jaksa selama lima tahun penjara," katanya.

Pihaknya juga akan melaporkan terdakwa terkait sumpah palsu karena awalnya terdakwa bersumpah menemukan novum tersebut sendiri namun saat persidangan malah melakukan pembantahan.

"Hal ini membuat ada dua keterangan berbeda yang berujung dugaan sumpah palsu. Kami akan segera menindak lanjuti yang bersangkutan telah membuat sumpah palsu," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam persidangan sebelumnya terungkap fakta bahwa tersangka tidak bergerak sendiri namun ada dugaan tersangka mendapat bantuan dari oknum panitera pengadilan.

"Dan siapa otak dari ini semua, kami harap semua ini diusut tuntas. Perkara hukum ini akan menjadi contoh bahwa Pemprov akan selalu bertindak tegas kepada pelaku tindak kejahatan," kata dia. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,