Siswa Didorong Budayakan Penelitian Sejak Dini

Siswa Didorong Budayakan Penelitian Sejak Dini

siswa santa laurent mengikuti opsi ( Foto:Net)

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendorong siswa-siswi untuk membudayakan kegiatan penelitian sebagai bagian dari kegiatan mengasah kemampuan akademik dan mengimplementasikannya.

"Sekarang ini ada kecenderungan pada sebagian anak muda kita dalam menggapai keinginan dilaksanakan dengan cara instan," kata Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad dalam sambutan pada pembukaan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) SMP tingkat Nasional ke-12 di Puspitek Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (09/10/2014).

Karena itu, pemerintah mendorong siswa siswi yang terpilih untuk menjadi wakil dari sekolah dan provinsinya masing-masing dalam ajang LPIR Tingkat SMP terus melanjutkan ide-ide penelitian yang inovatif namun tetap terjaga unsur originalnya, katanya.

Hasil-hasil penelitian siswa yang terpilih agar tidak diakui oleh orang lain maka akan diterbitkan Haki-nya, katanya.

Hamid lebih lanjut menyatakan, pemerintah akan terus mendorong lahirnya anak-anak yang gemar melakukan penelitian sehingga kelak lahir generasi produktif.

Namun demikian semangat anak-anak untuk belajar dan melakukan penelitian perlu didukung dengan guru-guru yang inovatif dan menyesuaikan dinamika siswa.

"Sebab kami masih mendengar ada sebagian guru yang mengeluh dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan model Kurikulum 2013. Masih ada guru yang ingin mempertahankan pola pengajaran konvensional," katanya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMP Ditjen Dikdas, Didi Suhardi dalam laporannya mengatakan, lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR) sekolah pertama tingkat nasional tahun 2014 sudah berlangsung untuk yang ke-12 kalinya.

"Semakin tahun kualitasnya bertambah baik dan semakin banyak naskah yang masuk untuk tiga bidang lomba, yakni IPA, Ilmu sosial dan kemanusiaan, serta bidang teknik dan rekayasa," katanya.

Terdapat sebanyak 1143 naskah yang masuk, yakni 547 naskah IPA, sebanyak 351 naskah IPS dan sebanyak 243 naskah bidang teknologi.

Kegiatan LPIR diikuti 33 propinsi kecuali Provinsi Maluku dan naskah terbanyak masuk dari Jawa Timur disusul Provinsi Jateng dan DI Yogyakarta.

Ia mengatakan, dari jumlah naskah yang masuk setelah diseleksi panitia maka terpilih 130 naskah untuk dilombakan. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,