Polisi Tak Halangi Upaya Hukum Presiden ISIS

Polisi Tak Halangi Upaya Hukum Presiden ISIS

Ilustrasi.(Foto:Net)

Cianjur - Polres Cianjur, Jabar, berjanji tidak akan menghalangi upaya hukum yang akan dilakukan pihak keluarga mantan Presiden ISIS Regional Indonesia Cep Hernawan (CH) yang ditahan atas dugaan penipuan terhadap pengusaha asal Lampung.


"Silahkan langkah hukum apapun yang akan dilakukan keluarga tersangka CH itu merupakan hak dari yang bersangkutan. Kami tidak akan menghalang-halangi," Kata Kapolres Cianjur, Dedy Kusuma Bakti, di Cianjur, Selasa (24/3/2015).

Dia menjelaskan, untuk permohonan upaya penangguhan penahanan yang diajukan pihak keluarga, pada dasarnya dalam hukum acara pidana sepenuhnya menjadi kewenangan pihak penyidik.

"Pada dasarnya, soal penangguhan penahanan adalah kewenangan penyidik, dikabulkan atau tidak, nanti penyidik memiliki alasan tertentu yang akan menjadi pertimbangan," katanya.

Dia menambahkan, segala upaya hukum yang dilakukan pihak keluarga maupun tersangka menjadi hak sepenuhnya dari yang bersangkutan, baik tersangka, keluarga tersangka maupun kuasa hukum.

Sementara keluarga CH, menyatakan siap melakukan upaya hukum agar CH terbebas dari ruang tahanan. Bahkan ungkap anak sulung CH, Luki Permana, mengatakan, pihak keluarga tetap meyakini apa yang dituduhkan terhadap ayahnya adalah salah besar.

Pasalnya, ungkap dia, ayahnya menjadi korban, sebagaimana posisi pengusaha asal Lampung T yang melaporkan perkara tersebut ke Polres Cianjur dua tahun silam.

"Kami tetap meyakini bahwa tuduhan polisi salah besar karena ayah saya juga korban, bukan pelaku. Hal lain yang menjadi dasar penilaian pihak keluarga adalah karena pelaku utama dalam perkara itu telah meninggal, yakni oknum kepala dinas di Pemkab Cianjur," katanya.

Bahkan, tutur dia, ayahnya telah mengeluarkan ratusan juta rupiah yang diberikan pada oknum kepala dinas tersebut.

Selain itu, tambah dia, pengusaha asal Lampung yang telah melaporkan ayahnya ke kepolisian itu adalah sosok yang sangat sulit ditemui.

"Ayah saya sudah berkali-kali menghubungi yang bersangkutan untuk bertemu dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, selama ini, pengusaha asal Lampung itu, tidak pernah mau datang menemui," katanya.

Namun jelas dia, pihak keluarga mengaku pasrah dan siap mengikuti proses dan mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, pihaknya tidak akan melakukan hal yang dapat merugikan ayahnya.

Sedangkan Upaya hukum yang dilakukan pihak keluarga dengan menemui jaksa penuntun umum (JPU) yang menangani kasus tersebut. Tujuannya, kerugian yang dikatakan pihak kepolisian sebesar R150 juta, siap dikembalikan, namun pihaknya kebingungan pada siapa uang tersebut akan diserahkan.

"Kami sudah temui JPU dan siap untuk mengganti uang Rp150 juta dalam bentuk tunai, tapi kata JPU ini adalah kasus perdata dan bukan pidana. Ini yang benar yang mana, kok antara polisi dan JPU bisa berbeda," katanya.

Selain itu, pihak keluarga telah mengajukan surat permohonan penanggunan penahanan atas diri Chep Hernawan yang sudah diserahkan pada pihak kepolisian, dengan harapan CH hanya menjalani tahanan kota. (AY)
.

Categories:Daerah,
Tags:,