Dunga Ingin Hapuskan Kutukan Prancis

Dunga Ingin Hapuskan Kutukan Prancis

Pelatih timnas Brazil, Dunga.

Paris - Pelatih timnas Brazil Dunga akan kembali mengunjungi tempat di mana ia mengalami salah satu kekecewaan terbesarnya, ketika ia memimpin timnya melawan Prancis di Stade de France di Paris pada Kamis (26/3/2015).

Ia merupakan kapten Brazil pada 1998, ketika timnya dikalahkan oleh Prancis yang dimotori Zinedine Zidane di final Piala Dunia.

Dan sebagai salah satu pemain yang turut membawa negaranya menjadi juara pada 1994, ia sekarang bertindak sebagai pelatih untuk merekonstruksi tim yang dipermalukan di kandang sendiri pada Piala Dunia tahun lalu, dan ia akan bertekad untuk menaklukkan tiga kutukan.

Kutukan pertama adalah kutukan pribadinya dari pertandingan final, di mana dua gol Zidane membantu tuan rumah menang 3-0 dan meraih kesuksesan pertama 'Les Bleus' di Piala Dunia.

Kemudian terdapat kutukan dari negaranya yang takluk 1-7 di semifinal di tangan tim juara Jerman, serta untuk menambah penderitaan Brazil, mereka juga kalah 0-3 dari Belanda pada perebutan peringkat ketiga.

Luis Felipe Scolari -- yang memimpin Brazil meraih gelar juara pada Piala Dunia 2002 -- dipecat setelah turnamen, dengan Dunga mengisi kembali posisi yang sempat didudukinya pada 2006-2010.

Terdapat kutukan lain yang ingin ia hapus, yakni meski memenangi Piala Amerika 2007, ia dipecat setelah Brazil disingkirkan Belanda di semifinal pada Piala Dunia di Afrika Selatan.

Tidak dapat dibandingkan Meski semua itu mungkin berada dalam benak Dunga, salah satu tugas utamanya adalah untuk berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik Neymar, yang dianggap banyak orang sebagai salah satu pemain terbaik Brazil saat ini.

Ia memang merupakan pencetak gol terbanyak ketiga di Liga Spanyol di bawah duo yang tidak dapat dibandingkan, rekan setimnya di Barcelona Lionel Messi dan penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo, namun Neymar kesulitan mencetak gol dalam dua bulan terakhir.

Ia hanya menyarangkan tiga gol dari sembilan pertandingan terakhirnya, dan sementara itu Barca banyak mendapat gol dari laju 18 kemenangan dari 19 pertandingan terakhirnya.

Neymar akan gembira dapat kembali bergabung dengan timnas ketika ia tercatat mengemas tujuh gol dari enam pertandingan terakhirnya bersama Brazil -- termasuk empat gol dalam satu pertandingan saat mereka menghancurkan Jepang.

Ia telah mengoleksi 42 gol internasional dalam usia yang masih 23 tahun, sehingga pada suatu hari ia berpeluang melampaui rekor Pele yakni 77 gol.

Namun ketika ia harus berbagi sorotan dengan Messi dan sekarang Luis Suarez di Barcelona, di mana tim Brazil dibangun untuk menyokongnya, sehingga ia menjadi ujung tombak dalam serangan.

Ia juga merupakan kapten 'Selecao,' sesuatu yang diyakini Dunga akan membantu mengembangkannya sebagai pemain.

"Semakin banyak tanggung jawab yang ia miliki, semakin banyak ia akan berkembang," kata Dunga belakangan ini.

Bagaimanapun juga, menghentikan Neymar bukanlah kekhawatiran utama bagi pelatih Prancis Didier Deschamps ketika ia berupaya untuk membangun tim yang mampu bersaing untuk meraih kejayaan di kandang sendiri pada Piala Eropa tahun depan.

Dilema Dechamps saat ini adalah siapa yang akan dimainkan di depan, di mana pemain Real Madrid Karim Benzema, Olivier Giroud dari Arsenal, dan Antoine Griezmann asal Atletico Madrid sedang berada dalam penampilan yang bagus di level klub.

Belum lagi menyebut pemain Lyon Alexandre Lacazette yang merupakan pencetak gol terbanyak di Liga Prancis, di mana ia juga mendapat saingan dari rekan seklubnya Nabil Fekir, Dimitri Payet asal Marseille, dan Mathieu Valbuena dari Dynamo Moscow yang bertekad mendapat peran di posisi-posisi menyerang.

Ini merupakan masalah yang indah untuk dihadapi, namun memiliki banyak opsi serangan tidak otomatis dapat diterjemahkan menjadi banyak gol, ketika pada dua pertandingan terakhirnya Prancis merupakan tim yang miskin gol, bermain imbang 1-1 dengan Albania dan menang 1-0 atas Swedia.

Meski demikian, dengan kedua tim berkonsentrasi pada kekuatan serangan mereka, dari sudut pandang penggemar, ini akan menjadi pertandingan yang menghibur. (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,